Kontes SEO Gudangpoker.com

Kunjungi

Rabu, 06 November 2013

Makalah Sistem Endokrin


SISTEM ENDOKRIN















Oleh:
SEMESTER I KELOMPOK II
KELAS NON REGULER


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
SURABAYA
PRODI KEBIDANAN KAMPUS BANGKALAN
2012 / 2013



NAMA KELOMPOK


1. Mulinda Imanati                             (14 / NONREG)
2. Putri Arinda Apriliani                     (15 / NONREG)
3. Agustin Dwi Settyowati                 (16 / NONREG)
4. Agnes Ayu Kartika Dewi               (17 / NONREG)
5. Anggraini Lutfi Yana                     (18 / NONREG)
6. Ilmiyah                                            (19 / NONREG)
7. Ladya Ismi Liana                            (20 / NONREG)
8. Azzah Izdihar                                 (21 / NONREG)
9. Devy Alrina Sari                             (22 / NONREG)
10. Dwi Kartika Sari                           (23 / NONREG)
11. Devi Putri Samantha                     (24 / NONREG)
12. Deva Putri Samantha                    (25 / NONREG)

















KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya makalah ini dengan judul “Kelenjar Endokrin”.
Makalah ini disusun sesederhana mungkin agar lebih muda dipahami tentang bagaimana proses kerja dari saraf dan indra kita. Tanpa kita sadari betapa sangat berartinya organ tubuh kita, dari itu kita harus tahu bagaimana kerja sistem tubuh kita dalam memenuhi kebutuhan diri kita sendiri.Penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat memberi manfaat dan pengetahuan tentang sistem kelenjar endokrin.Selain itu makalah ini juga sebagai syarat tugas dari mata kuliah Biodas (Biologi Dasar dan Biologi Perkembangan).
Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini, dapat memberi manfaat kepada para pembaca sebagai dasar untuk lebih memudahkan dalam mempelajari Biologi lebih lanjut. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini sehingga dapat terselesaikan dengan mudah karena dukungan dan doa yang telah diberikan, penyusun mengucapkan banyak terima kasih. Segala saran untuk penyempurnaan makalah ini sangat diharapkan dan dengan ini diucapkan banyak terima kasih.Wassalam.






Bangkalan, 22 November 2012



                                                                                                                        Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....…………………………………………….............................…........3
DAFTAR ISI ………………………………………………………………...........................4
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang……………………………......................………………............................5
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................................5
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................................................6
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian ……................…………….......................................................……………......7
2.2 Hormon …………….….……………….......................................................……….........7
2.3 Mekanisme Kerja Hormon dan Macam-Macam Kelenjar Endokrin....................................10
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan ………………..……………….…………………………….............…….40
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................41











BAB I
PENDAHULUAN


1.1Latar Belakang

Tubuh manusia terdiri dari berbagai sistem. Ibarat sebuah mesin yang saling terhubung agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusiapun demikian. Tiap -  tiap sistem tersebut saling mempengaruhi dan membutuhkan. Berbagai sistem dalam tubuh manusia tersebut tidak pernah lepas dari pengaruh hormon. Tentu saja karena fungsi hormon dalam tubuh sangat penting.

Dalam tubuh manusia, hormon adalah “si penyampai pesan”. “Pesan” yang disampaikan berupa pesan kimiawi. Hormon mengantarkan “pesan” tersebut pada sel-sel atau kelompok sel. Seperti tubuh yang tidak bisa lepas dari istilah hormon, hormonpun ternyata tidak bisa lepas dari sebuah sistem. Sistem yang dimaksud adalah sistem endokrin.

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon. Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.

1.2Rumusan Masalah

1.2.1    Apakah pengertian  sistem Endokrin?
1.2.2    Apakah pengertian hormon?
1.2.3    Bagaimana mekanisme kerja hormon dan macam-macam kelenjar endokrin?


1.3Tujuan

1.3.1    Mengetahui pengertian sitem endokrin.
1.3.2    Mengetahui pengertian hormon.
1.3.3    Mengetahui bagaimana mekanisme kerja hormone dan macam-macam kelenjar endokrin.





















BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian
Sistem endokrin adalah sistem yang bekerja dengan perantara zat – zat kimia (Hormon) yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin merupakan  kelenjar buntu (sekresi internal) yang mengirim hasil sekresinya lansung kedalam darah dan cairan limfe. Hasilnya sekresinya beredar dalam jaringan kelenjar tanpa melewati saluran (duktus).Permukaan sel kelenjar menempel pada dinding stenoid / kapiler darah.Hasil sekresi dari kelenjar endokrin disebut hormon.
Hormon merupakan bahan yang di hasilkan oleh organ tubuh yang memiliki efek regulatorik spesifik terhadap aktifitas organ tertentu.Setelah di sekresi oleh kelenjar endokrin, hormon diangkut oleh darah ke jaringan sasaran untuk memengaruhi / mengubah kegiatan jaringan tersebut.Hormon yang di hasilkan dapat berupa satu macam hormon (hormon tunggal) dan lebih dari satu (hormon ganda).
Sistem endokrin terdiri dari atas kelenjar – kelenjar endokrin yang bekerja sama dengan sistem saraf yang mempunyai peranan penting dalam pengendalian kegiatan organ – organ tubuh.
Kelenjar endokrin merupakan kelompok sel yang terdiri atas deretan sel berbentuk lempengan atau gumpalan yang di sokong oleh jaringan ikat halus yang banyak mengandung pembuluh kapiler sinusoid yang berasal dari embrional. Sel endokrin berintegrasi untuk mengatur dirinya dalam berbagai macam cara yang rumit dengan melibatkan sistem saraf.
2.2 Hormon
Hormon adalah penghantar (transmiter) kimiawi yang di lepas dari sel – sel khusus kedalam aliran darah dan selanjutnya di bawa oleh sel – sel tanggap (responsive cells) tempat terjadinya khasiat tersebut (menurut Starling).Hormon disintesis dalam jaringan dan di angkut oleh sistem sirkulasi untuk bereaksi pada sel – sel yang berdekatan dalam jaringan.Molekul yang dihasilkan oleh jaringan tertentu, setelah dikeluarkan langsung masuk ke dalam darah untuk dibawa ke tempat tujuan.Secara khusus hormone dikaitkan dengan kimia organic yang mempunyai aktivitas tinggi meskipun hanya diberikan dalam jumlah yang sangat sedikit.
Hormon yang dihasilkan langsung di sekresikan ke dalam pembuluh darah langsung ke tempat yang membutuhkan, setibanya di tempat organ tujuan, hormon melakukan kegiatan yang spesifik yaitu mengatur proses metabolisme dari organ tujuan.
Struktur kimiawi hormon dapat digolongkan menjadi bagian – bagian seperti berikut :
1.      Derivate asam amino
Dikeluarkan oleh sel kelenjar buntu yang berasal dari jaringan nervus medulla supraren dan neuro hipofisis, yang termasuk dalam hormon ini adalah epinefrin dan noorepinefrin hasil modifikasi dari asam aminotyrosin.
Asam amino atau peptida berasal dari T3 (Tiroksin), T4 (Triodo Tironin) kemudian di bawa plasma darah menuju 1. sel target (sel yang melakukan pertumbuhan), supaya tumbuh melakukan anabolisme( sintesa zat protein yang merupakan senyawa penting untuk membuat hormone, sel enzim. 2. Sel metabolisme (reaksi biokimia/fisiologi) dilakukan dengan cara katabolisme (penguraian zat-at yang di uraikan seperti glukosa mngalami glikolisis menjadi glukosa 6 phospat, dan lemak yang di bongkar dengan enzyme lipase menjadi asam lemak dan glikogen.
2.      Peptide / derivate Peptida
Derivate peptide di buat oleh kelenjar buntu yang berasal dari jaringan alat pencernaan yaitu hipofisis bagian depan (adenohipofisis) , tiroid, paratiroid dan pangkreas. Peptide bersirkulasi bebas dalam plasma 5 – 10 menit.
3.      Steroid
Hormone steroid mempunyai inti cyclo – pentane perhidro phenantren, dibuat oleh kelenjar buntu yang berasal dari mesotelium testis, ovarika dan korteks supraren, lalu bersirkulasi dalam plasma dan terikat pada transport protein kira – kira 60 – 100 menit.
Dimana prosesnya adalah steroid dibawa masuk ke inti, bekerja sebagai operator memindahkan repressor, steroid memerintahkan promotor, promotor memerintahkan gen structural (ADN rantai sense) berisi kodogen di perintahkan agar melakukan transkripsi ( kodogen sense mencetak ARN messenger), selanjutnya ARN messenger keluar dari inti menuju ribosom, setelah menuju ribosom ARN messenger di lakukan sebagai pedoman translasi ( membawa asam amino). Asam amino satu dengan yang lain melakukan polimerisasi hasilnya protein, kemudian protein akan di keluarkan dari sel dengan exositosis.



4.      Asam Lemak
Hormone prostaglandin satu – satunya hormone yang termasuk kategori ini yang merupakan biosintesis dari dua asam lemak yaitu asam lemak arachidonic dan di – homo – gama – linolenik
5.      Hormone Perkembangan (development hormone)
Hormon yang memegang peranan dalam perkembangan dan pertumbuhan serta dalam biologi reproduksi, mulai dari kandungan sampai usia remaja. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar gonad.
6.      Hormon Metabolisme (metabolic hormon).
Proses homoestatis gula (glukosa) dalam tubuh di atur oleh bermacam – macam hormon diantaranya glucocorticoid, glucagon, dan katekolamin.


7.      Hormon trofik (trophy hormon)
Hormon yang dihasilkan struktur khusus dalam pengaturan fungsi kelenjar endokrin yaitu kelenjar hipofisis yang di kategorikan sebagai hormon perangsang pertumbuhan yaitu folikel stimulating hormon (FSH) pada ovarium dan proses spermatogenesis hormon penguning (lutein hormon)
8.      Hormon pengatur metabolisme  air dan mineral
Kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar tiroid untuk mengatur metabolism kalsium dan fosfor. Meningkatnya produksi kalsitonin menyebabkan menurunnya kalsium dan fosfor dalam darah sehingga terjadi peningkatan ekskresi kalsium, fosfor, natrium , kalium, dan magnesium melalui ginjal.
9.      Hormon pengatur system kardiovaskular
Eprinefrin (eprinephrine) dihasilkan oleh kelenjar adrenal bagian medulla.Efek dari hormon ini tergaantung dari reseptor setiap organ tujuan, sebagai contoh pada jantung mengakibatkan peningkatan konduksi dan kontraksi jantung.


2.3 Mekanisme Kerja Hormon dan Macam-Macam Kelenjar Endokrin
Kelenjar hipofisis adalah interaksi hormon dengan makromolekul spesifik di sebut Resepptor hormon yang terdapat dalam sel jaringan. Reseptor hormon bisa berada di permukaan sel (cell surface reseptor) dan bisa dalam sitoplasma sel (inter selular reseptor). Reseptor tersebut membentuk suatu komplek hormon reseptor yang akan memengaruhi sel.
Kelenjar endokrin terdiri atas kelenjar – kelenjar berikut ini :
1)      Kelenjar hipofisis
2)      Kelenjar tiroid
3)      Kelenjar paratiroid
4)      Kelenjar timus
5)      Kelenjar suprarenal
6)      Kelenjar pienalis
7)      Kelenjar pankreatika
8)      Kelenjar kelamin
a.       Kelenjar testika
b.      Kelenjar ovarika

2.3.1 Kelenjar Hipofisis
            Kelenjar hipofisis adalah suatu kelenjar endokrin yang terletak di dasar tengkorak (sela turiska), fossa pituitaria os spenoid, besarnya kira –kira 10 x 13 x 6 mm dan beratnya sekitar 0.5 gram.Kelenjar  ini memegang peranan penting dalam mengatur sekresi hormon dari semua organ endokrin, kegiatan hormon yang lain, dan memengaruhi pekerjaan kelenjar yang lain.
            Pada hipofisis terletak tanggung jawab agar setiap kelenjar bersama – sama dapat melaksanakan fungsi dengan baik dan ter koordinasi. Fungsi hipofisis dapat diatur oleh susunan saraf pusat melalui hipotalamus yang dilakukan oleh sejumlah hormon yang dihasilkan hipotalamus akibat rangsangan susunan saraf pusat.Horrmon – hormon yang mengatur fungsi hiposfisis disebut Hypophysiotropic Hormone yang dihasilkan oleh sel-sel Neuro Sekretorisyang terdapat dalam hipotalamus.
            Kelenjar hipofisis mempunyai tiga lobus yaitu lobus Anterior,Lobus Intermedia,dan Lobus Posterior.Lobus Posterior mendapat persarafan dari nukleus suppra optic dan paraventrikular di hipotalamus, sedangkan lobus anterior mendapat suplai darah dari pembuluh darah hipofisis portal. Secara embrionik ke tiga lobus ini berasal dari jaringan yang berbeda.

a.      Lobus anterior (Adenohipofisis)
            Berasal dari kantong rathke (2 tulang rawan) yang menempel pada jaringan otak lobus posterior menghasilkan sejumlah hormon yang bekerja sebagai pengendali produksi dari semua organ endokrin yang lain.

SOMATOTROPIK HORMON (GROWTH HORMONE)
            Hormon sematotropik adalah hormon pertumbuhan yang berfungsi merangsang pertumbuhan tulang.Jaringan lemak dan Visera penting pada individu yang masih muda untuk pertumbuhan.Efek langsung (efek anti insulin) memerlukan adanya kortisol untuk meningkatkan lipolisis dan glukosa darah.
            Efek tidak langsung merangsang hati untuk membentuk somatomedin (sekelompok peptida) untuk meningkatkan pertumbuhan tulang rawan dan kerangka serta meningkatkan sintesis protein, dan meningkatkan proliferasi sel.
Pengaturan sekresi GH.Hormon pertumbuhan ini dikendalikan oleh system saraf pusat. Stress, gerak badan, suhu dingin, anastesi, pembedahan, dan pendarahan akan meningkatkan sekresi Growth hormone.
Factor – factor yang meningkatkan sekresi GH adalah sebagai berikut :
1)      Keadaan yang memerlukan energy (menurunkan glukosa darah)
2)      Keadaan yang meningkatkan asam amino tertentu dalam darah.
3)      Rangsangan stress
4)      Tidur



Growth hormonememengaruhi berbagai metabolism dalam tubuh.
1)      Metabolism protein. Merangsang pembentukan kolagen.
2)      Metabolism elektrolit. Menahan N, P, Ca, K, dan Na dengan cara meningkatkan absorbs ion Ca diseluruh pencernaan, menurunkan eksresi ion Ca dan ion K lewat ginjal.
3)      Metabolism karbohidrat. Mempunyai efek diabetogenik karena meningkatkan pelepasan glukosa dari sel hati dan menurunkan kepekaan sel terhadap insulin.
4)      Metabolism lemak. Meningkatkan kadar asam lemak bebas dalam plasma darah

HORMON TIROTROPIK (THYROID STIMULATING HORMONE / TSH)
            Hormon tirotropik (TSH) mengendalikan kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon tiroksin.Sel – selnya besar berbentuk polyhedral dan mengandung granula kecil yang berdiameter 50 – 100 nm.Fungsinya merangsanag pembesaran tiroid, menambah ambilan (uptake) yodium dan menambah sintesis tiroglobulin. Hormon – hormon dari kelenjar tiroid menyebabkan menurunnya jumlah sel – sel tirotropik yang merupakan reseptor terhaap Thyroid.

HORMON ADRENOKORTIKOTROPIK (ACTH)
            Mengendalikan kelenjar suprarenal dalam menghasilkan kortisol yang berasal dari korteks kelenjar suprarenal. Selnya mengandung Secretory Granules berdiameter 375-550 nm,merupakan sel terbesar yang dapat ditemukan dalam sel-sel hipofisis. Sel ini menyintesis hormon ACTH dan Betalipoprotein,diproduksi dan disimpan dalam sel Basofil Hipofisis Anterior,dan mempunyai efek terhadap Suprarenal dan Ekstra Adrenal.

HORMON GONADOTHROPIN
Hormon Gonadothropin menghasilkan hormon-hormon berikut ini.
1)      Folicle Stimulating Hormone (FSH)
Sel-selnya berbentuk Angular terdapat diseluruh Hipofisis,mengandung Secretori Granula diameter 275-375.FSH merangsang perkembangan folikel de graf dalam ovarium dan pembentukan spermatozoa pada Testis merangsang Gametogenesis laki-laki.


2)      Luteinizing hormone (LH)
Mengendalikan sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium, memengaruhi Luteinisasi pada wanita.Hormon ini pada laki-laki disebut sebagai Interstisial Cell Stimulating Hormone (ICSH) yang memengaruhi produksi testosterone dalam testis.

PROLAKTIN ATAU LUTEOTROPIC HORMONE (LTH)
Hormon ini memulai dan memperttahankan laktasi dengan memngaruhi langsung kelenjar – kelenjar susu di mamae. Prolaktin dihasilkan oleh sel – sel laktotrof  di hipofisis bagian depan dengan bantuan hormon lain. Hormon ini mempunyai kemampuan untuk merangsang pertumbuhan payudara dan merangsang produksi air susu.
Akibat pengaruh hormon estrogen, kadar prolaktin pada perempuan akan meningkat lebih tinggi sesudah menjadi perempuan dewasa (pubertas). Selama kehamilan kadar prolaktin akan terus meningkat sejak dini sampai mendekati kelahiran. Setelah lahir, kadar prolaktin akan mulai menurun.Sekresi prolaktin di atur dan di awasi oleh hipotalamus.

B. Lobus Posterior (Neuro Hipofisis)
            Berasal dari Evaginasi atau penonjolan dasar dari ventrikel otak.Ke tiga lobus ini menghasilkan hormon Vasopresin atau arginen vasopresin.
Vasopresin atau Arginen Faso prefin (APV) adalah anti diuretic hormon (ADH) yanhgbekerja melalui reseptor – reseeptor tubulidistal dari ginjal untuk menghemat air dari mengonsentrasi urine dengan menambah aliran osmotic dari lumina – lumina ke intestinum medulla yang membuat kontraksi otot polos.Dengan demikian ADH memelihara konstannya Osmolaritas(konsentrasi larutan) dan volume cairan dalam tubuh.
ADH ini bekerja di ginjal.
Vasopresin / ADH

Ginjal

Aldosteron

Ginjal
ADH membuat kita tidak kencing, prosenya adalah aldosteron mereabsorbsi, menyerap kembali natrium ( sifat menarik air) sehingga di dalam pembuluh darah tekananannya meningkat. Di pembuluh darah terjadi hipertensi. Sehingga mereabsorbsi natrium sifat menarik air lalu urin berkurang.
Pengaturan sekresi vasopressin atau arginen vaso previn adalah sebagai berikut.
a.       Perubahan tekanan osmotic efek plasma (osmo reseptor)
b.      Perubahan volume cairan ekstra sel (stress reseptor)
c.       Peningkatan osmolalitas (konsentrasi larutan) plasma dan penurunan volume plasma merangsang sekresi vasopresin
d.      Penurunan osmolalitas dan peningkatan volume plasma menghambat sekresi vasopresin
e.       Osmoreseptor (konsentrasi natrium) terdapat di hipotalamus dan stress reseptor system kadiovaskular bertekanan rendah dan tinggi
f.       Rangsangan angiotensin II (senyawa peptidase), adrenalin, kortisol, estrogen, dan progesterone, susunan saraf pusat dan peningkatan suhu tubuh.

c.       Lobus Intermedia

MELANOCYTE STIMULATING HORMONE (MSH)
            MSH dihasilkan oleh hipofisis pars intermedius dan di dapati pada manusia dalam fase kehidupan fetus. Peran MSH dan proses fisiologisnya berperan pada kulit.

Bagian ini terpisah dari lobus anterior oleh sisa kantong ratkhe yang di sebut celah ratkhe.Pada manusia sel lobus intermedia tidak bergranula dan terkadang di temukan juga koloid yang fungsinya tidak di ketahui.
1.      Pars distalis
Bagian ini meliputi 75% dari kelenjar hipofisis yang hampir seluruhnya terbungkus dalam suatu kapsul fibrosa yang padat.Parenkimnya berbentuk korda yang saling anastomosis dan kelompok sel epitelnya di sokong oleh jaringa-jaringan serat reticular yang antara sel-selnya terdapat kapiler sinusoid.Jenis sel lain dapat terlihat dalam kelompok sel alfa dan sel beta dengan penggunaan teknik pewarnaan. Granula khusus untuk jenis sel yang berbeda akan bersekresi dan berubah kembali pada keaadan inaktif.
2.      Pars intermedia
Sebuah lapisan tipis sel-sel dan vesikel-vesikel yang mengandung koloid (lengketan partikel), berbentuk polygonal, kecil, berwarna pucat, dan bergranula.Lapisan ini merupakan polipeptida yang mempengaruhi produksi melanin.




3.      Pars tuberalis
Arah Bagian ini mebentuk suatu lapisan yang berhubungan erat dengan banyak pembuluh dan tersusun memanjang dalam kelompok korda yang pendek, membentuk kuboid, serta sitoplasmanya mengandung granula halus dan sejumlah glikogen.

4.      Kromofil
Kromofil mudah terwarnai dan mudah di kenali pada sajian biasa.Pada sel ini, sitoplasma yang lebih besar di penuhi oleh granula spesifik, sedangkan yang kecil di pakai untuk membedakan 2 tipe asidofil.
a.       Asidofil alfa (orangeofil) : granula selnya bereaksi pada pewarnaan jingga. Sel ini merupakan sel yang mensekresi hormone penimbun (ACTH), somatotropin hormone, dan pertumbuhan bagian epifise tulang.
b.      Basophil (sel beta) bereaksi positif kuat karena kadar konsentrasi glikoprotein dalam granula sekretorik. Sebagian besar tipe basophil bereaksi dengan pewarnaan sederhana. Basophil beta menyekresi hormone tirotropik (TSH), mempertahankan, dan merangsang epitel tiroid dengan memberikan ekstak hormone.
c.       Basofil delta : merupakan sel yang tak berwarna dengan fuksi aldehida yang meliputi gonodotrof dan kortikotrof.
·         Gonodhotrof adalah suatu apparatus golgi yang berkembang dengan baik dan menghasilkan FSH yang merangsang pertumbuhan folikel ovarium pada wanita dan mengaktifkan seminiferous pada testis untuk menghasilkan spermatozoa pada laki-laki. LH menyempurnakan kematangan folikel, ovulaso, pembentukan korpus luteum, dan mengubah folikel yang sudah rupture menjadi korpus luteum. Pada laki-laki, ICSH merangsang testis memproduksi androgen untuk mempertahankan organ reproduksi tambahan dengan ciri seks sekunder.
·         Kortikotrofmenyekresi ACTH, merangsang pertumbuhan kosteks suprarenal dan merangsang glukokortikoid, dan meningkatkan melanocyte stimulating hormone (MSH) untuk meningkatkan sintetis melanin.


5.Neurohipofisis
Serat saraf neurohipofisis tidak bermielin yang berperan menyusun trakttus hipotalamus hipofisialis sejalan sampai neurohipofisis.Badan selnya terletak dalam nukleus supra optikus dan para ventrikularis hipotalamus.Pituisit menyerupai neuroglia di bagian susunan saraf pusat dengan jalur sitoplasma yang pendek dan bercabang. Pituisit terdapat diseluruh hipofisis terutama dalam pars nervosa, berfungsi untuk menyongkong susunan saraf pusat. Neurohipofisis menghasilkan dua macam hormon yaitu hormon oksitoksin dan hormon vasopresin.
1.      Hormon oksitoksin: dilepas dari ujung saraf, meyebabkan otot polos uterus berkontraksi dalam stadium akhir kehamilan, dan juga kontraksi sel mioepitel pada alveoli dan saluran keluar kelenjar mammae.
2.      Hormon vasopresin: memengaruhi ginjal untuk memproduksi urin pekat. Dengan demikian hormon ini menahan air dengan meningkatkan permeabilitas tubulus distal dan duktus koligentis ginjal. Air meninggalkan tubulus dan duktus sehingga terjadi pemekatan urin.








Pembuluh darah
Lobus anterior disuplai oleh beberapa arteri hipofisialis superior cabang dari karotis interna dan sirkulasi lingkarang willis. Kapiler jaringan ini mencurahkan isinya ke vena yang berjalan ke bawah, mulai dari sekitar tangkai hipofisis hingga mencapai kapiler sinusoid lobus anterior.
Sistem vena menghubungkan eminensia mediana dengan kapiler sinusoidadenohipofisis.Menyusun sistem portal hipofisis merupakan jalan penting dalam pengaturan fungsi adenohipofisis.Arteri hipofisialis inferior merupakan cabang arteri karotis interna. Vena dari lobus anterior dan posterior akan mengosongkan isinya ke sinus kavernosus.

Persarafan
Neurohipofisis adalah traktus hipotalamo hipofisialis yang berasal dari nukleus supra optikus dan para ventrikularis.Saraf ini tak bermielin dan berjalan ke bawah sebagai tangkai infundibulum ke prosesus infundibularis.


2.3.2 Kelenjar tiroid
Tiroid merupakan kelenjar yang terletak di dalam leher bagian bawah, melekat pada tulang laring, sebelah kana depan trakea, dan melekat pada dinding laring. Kelenjar ini terdiri atas 2 lobus (lobus dextra dan lobus sinistra) yang saling berhubungan, masing-masing lobus teebalnya 2 cm, panjang 4 cm, dan lebar 2,5 cm.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin.Pembentukan hormon tiroid tergantung dari jumlah yodium eksogen yang masuk ke dalam tubuh.Sumber utama untuk memelihara keseimbangan yodium adalah yadium dalam makanan dan air minum.

Struktur mikroskopis
-          Letaknya di bagian depan
-          Tingginya setinggi vertebrata cervical 5 sampai 7
-          Beratnya 20 sampai 30 gram
-          Bentuknya seperti huruf U / H
-          Ada dua lobus lateralis, kanan dan kiri
-          Setiap lobus di bagi menjadi apex, basis dan 3 permukaan
3 permukaan itu adalah lateralis, medial, dan posterial. Lalu kemudian tiap lobus di bagi menjadi lobulus, tiap lobulus mengandung 20-30 folicle.
-          Pembuluh darahnya adalah anteria tiroidea superior dan inferior.
-          Sarafnya nervous fagus.

Kelenjar ini terdiri atas folikel seperti kelenjar asiner berdinding selapis sel. Bila sedang aktif sel ini berbentuk kuboid yang tinggi, sedangkan bila sedang isatirahat sel ini berbentuk pipih dan bagian tengah asinernya terisi koloid senyawa triglobulin, tirosin, dan hormon kelenjar tiroid.

Sekresi hormon tiroid
Hormon tiroid dari sel kelenjar memerlukan bantuan TSH untuk endositosis koloid oleh mikrofili.Enzim proteolitik berfungsi untuk memecahkan ikatan hormon Triiodothyronine (T3) dan Tetraiodothyronine (T4) dari triglobulin kemudian melepaskan T3 dan T4 ke peredaran darah. Saat didistribusikan melalui plasma akan terikat pada protein plasma Protein Bound Iodine (PBI). Sebagian besar PBI T4 dan sebagian kecil PBI T3 akan terikat pada protein jaringan yang bebas dalam keadaan seimbang.
Reaksi yang diperlukan untuk sintesis dan sekresi hormon tiroid.
1.      Transpor aktif dari plasma ke dalam tiroid dan lumen dari folikel-folikel dibantu oleh Thyrotrop Stimulating Hormone (TSH)
2.      Dalam kelenjar tiroid, iodidda dioksidasi sehingga menjadi iodin yang aktif dan dibantu oleh TSH.
3.      Idiotirosin mengalami perubahan kondensasi oksidatif dengan bantuan peroksidase. Reaksi ini terjadi dalam molekul triglobulin dan memberntuk iodothyronine di antara T4 dan T3 yang terikat pada tirosin dalam kelenjar tiroid dan didapat dalam bentuk tirosin.
4.      Tahap terakhir pelepasan iodothyronine yang bebas ke dalam darah, setelah triglobulin dipecah (hidrolisis) oleh suatu protesi, T4 dan T3 bebas dalam kelenjar tiroid dapat lepas dalam darah.




Efek T4 dan T3
1.       Kalorigenik: meningkatkan konsumsi oksigen disemua jaringan kecuali pada orang dewasa (otak, limpa, hipofisis anterior, testis, uterus, dan kelenjar limfe). Efek T3 dan T4 tergantung pada jumlah ketekolamin. Merangsang metabolisme zat dalam sel glikogenolisis dalam sel hati metabolisme protein dan lemak pada tulang dan otot meningkatkan produksi panas.
2.      Pertumbuhan dan perkembangan: T3 dan T4 merangsang sekresi growth hormone dan memperkuat efek growth hormone untuk memengaruhi sel-sel saraf dan perkembangan mental pada anak balita dan janin.

Pembuluh darah
Kapiler darah dan limfe membentuk pleksus yang erat dalam mengitari folikel sehingga membantu melintasnya hormone ke dalam lumen kapiler.Susunan pembuluh darah menunjukkan bahwa terdapat gelombang dalam darah yang disuplai ke daerah yang berbeda pada kelenjar.
Persarafan
Sejumlah besar serat saraf tak bermielin terdapat pada dinding arteri tiroid dan sebagian besar mempunyai fungsi vasomotor.Beberapa saraf simpatis berakhir pada lamina basal folikel yang menunjukkan rangsangan saraf dalam memengaruhi fungsi tiroid melalui pengaruh langsung pada sel folikel terutama pada aktivitas tiroid yang merangsang sekresi hipofisis anterior.

2.3.3. Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiriods terletak diatas selaput yang membungkus kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid terdiri atas dua pasang (4 buah) yang terletak di belakang tiap lobus dari kelenjar tiroid, masing-masing dua disebelah kiri dan sua disebelah kanan, besarnya setiap kelenjar kira-kira 5x5x3 mm dengan berat antara 25-30 mg. Berat keseluruhan kelenjar paratiroid ± 120 mg.
Kelenjar paratiroid menghasilkan hormone paratiroksin yang merupakan suatu peptida yang terdiri atas 84 asam amino.Hormone paratiroksin adalah suatu kesatuan hormon yang diperlukan untuk menaikkan kalsium serum sebanyak 1 mg% dalam waktu 16-18jam. Osteoblas dan fibroblas  mempunyai reseptor untuk hormon paratiroid dan dapat mempengaruhi secara langsung,tetapi tidak mempunyai reseptor-reseptor untuk hormon pratiroid dilaksanakan secara tidak langsung.
Setiap kelenjar pratiroid diliputi oleh sebuah simpai tipis yang memisahkannya dari kelenjar tiroid.septa halus menjulur kedalam kepala membawa pembuluh darah dan syaraf kedalam kelenjar.jaringan ikat simpai dan septa (sekat pemisah) mengandul sel lemak yang jumlahnya bertambah dengan bertambahnya usia .folikel koloid terlihat kecil dan lebih banyak dijumpai pada usia tua.
Kelenjar paratiroid menghasilkan parathormon ,suatu protein yang terdiri atas sebuah rantai polipeptida tunggal penting dalam pengaturan metabolisme kalsium.penurunan konsentrasi kalsium plasma akan dikuti peningkatan hormon dan akan menarik kalsium dari tulang.kerja hormon ini disebabkan kemampuanya merangsang perubahan selosteogenik menjadi osteoklas , sedangkan peningkatan konsentrasi kalsium akan menerunkan kadar ion fosfat.hilangnya aktifitas belajar paratiroid mengakibatkan peningkatankadar fosfat dalam darah.
                                                                                                            
PEMBULUH DARAH DAN SYARAF
Pembuluh darah besar mengikuti septa (sekat pemisah ) kedalam bagian kelenjar.suatu jaringan halus kapiler bertingkap yang terletak dalam parenkim kelenjar.saraf yang tidak bermielin kemungkinan bersifat vasomotor dengan jumlah sedikit.


2.3.4 Kelenjar Timus
 Kelenjar timus dalam rongga mediastinum di belakang os sternum dadalam rongga toraks kira-kira setinggi bifurkasi (struktur pemisah ) trakea,warnanya kemerah-merahn dan terdiri atas duo lobus.pada bayi baru lahir ,bentuknya sangat kecil,dan beratnya kira-kira10 gram.ukuranya bertambah setelah masa remaja antara 30-40 gram dan setelah dewasa akan mengerut.perkembangan timus bervariasi sesuai umur seseorang .perkembanganya mencapi maksimum pada pubertas kemudian berangsur menyusut.timus memililki dua lobus yang saling berhubungan secara erat dan bersatu dalam jaringan ikat.sebuah lobus terdiri atas ribuan lobulus yang masing – masing ada korteks dan medula.kelenjar timus merupakan sumber faktor yang dibawa darah untuk menginduksi diferensiasi sel induk limfolit yang mampu berpartisipasi dalam reaksi kekebaln.
Diantara bukti tentang adanya aktivitasi endokrin pada timus peka terhadap hormon tiroid.ukuran timus akan mengecilnya sementara dewasaanya kelamin bertambah.hal ini disebabkan hambatan yang diberikan oleh steroid gonad.steroid adrenal juga mengahambat timus,pengaruh ini dipakai parameter untuk kortikosteroid.

PEMBULUH DARAH
Arteri yang memperdaarai timus berasal dari arteri torasika interna dan arteri tiroidea inferior.cabang-cabangnya berjalan sepanjang trabekula yang diselebungi oleh retikulat epitel yang memasuki lobus perbatasan korteks dan medula.arterioela bercabang banyak kapiler-kapilernya memasok darah korteks dan sedikit yang memasok ke medula.darah yang melalui venula pasca kapiler berproliferasi ke korteks  memasuki sistem pembuluh darah.darah venula kembali ke tuberkula interlobularis dan selanjutnya ke vena brakiosepalika dan vena tiroidea.



PEMBULUH LIMFE
Dalam timus tidak terdapat pembuluh aferendan sinus limfe.pembuluh eferen terutama berjalan ke jaringan ikat interlobular.

PERSARAFAN
Jumlah cabang nervus dan nervus simpatis mencapai timus sedikit.saraf terutama tersebar pada dinding pembuluh darah.

PERKEMBANGAN TIMUS
Pertumbuhan timus mulanya mempunyai lumen sempit.segera setelah menutup,terjadi proleferasisel epitel dan berdiferensiasi.sebagian dari sel tersebut berubah menjadi sel retikular epitel pada akhir bulan kedua kehamilan.
Timosit atau limfoit berasal dari sel mensekim yang masuk kedalam timus yang sedang berkembang .limfosit berproliferasi cepat dan epitel berubah menjadi masa sel retikuler.pada saat terbentuk,lobulus dan jaringan ikat akan membentuk septa (ikat pemisah) dan trabekula (jaringan penyambung )

2.3.5 Kelenjar Suprarenalis / Adrenal
Kelenjar suprarenalis berbentuk ceper dan terdapat pada bagian atas dari ginjal. Beratnya sekitar 5-9 gram dan berjumlah dua buah sesuai dengan jumlah ginjal.kelenjar ini terdiri atas dua bagian yaitu bagian luar(korteks) yang berasal dari sel-sel n bagian sebelah dalam disebut mesodermal yang berasal dari sel –sel ektodermal.
Berdasarkan perbedaan dri zat yang dihasilkan , fungsi dan peranan dalam mengatur kehidupan sel dalam tubuh juga berbeda.bagian korteks menghasilkan hormon-hormon yang dikategorikan sebagai hormon steroid,sedangkan medula menghasilakn katekolamin.

Korteks Adrenal
Bagian luar korteks adrenal berwarna kekuning-kuningan dan menghasilkan kortisol.Bagian luar di sebut korteks karena terdiri atas sel-sel epitel besar yang berisi lipoid di sebut foam cells dan terdiri atas zona glomerulosa (lapisan luar),zona fasikulata (lapisan tengah yang paling besar),dan zona retikularis (lapisan dalam langsung mengelilingi medula).Pemeliharaan struktur tubuh dan aktivitas sekresi dari korteks suprarenal di pengaruhi oleh ACTH dari lobus anterior hipofosis.Korteks adrenal menghasilan hormon kortikostoroid dan hormon kelamin.

Kortikosteroid (Kortikoid)
Mengandung struktur dasar nukleus cyclopentano perhidropenatrane.Fungsi dari kortikosteroid adalah memproduksi sekitar 30 jenis kortikosteroid,tetapi hanya beberapa yang mempunyai aktivitas biologik yang jelas.Pengaturan sekresi glukortikoid di rangsang oleh ACTH dari adenohipofisis.Melalui pengaruh trofiknya,ACTH mempertahankan struktur dan perdarahan korteks adrenal terutama pada zona fasikulata dan zona retikularis.
            Sekresi ACTH di atur oleh mekanisme umpan balik negatif kortisol sedangkan kortikosteron langsung pada produksi ACTH di adenohipofosis melalui hipotalamus.Pada pagi hari sekresi ACTH akan naik dan menurun pada malam hari.Selain itu,stres meningkatkan sekresi ACTH dan sekresi kortisol.
Pengaturan mineralokortikoid adalah sebagai berikut.
1.Renin-angiotensin. Apabila volume darah atau tekanan darah ke ginjal menurun,sel      junkta glomeralis ginjal akan merangsang untuk masuk ke dalam rongga pengasingan yang ada di dalam.Selama menjadi angiotensin I dengan bantuana suatu jenis enzim diubah menjadi angiotensin II.Angiotensin II tersebut akan merangsang sel-sel zone gromerolus pada korteks adrenal untuk melepaskan aldosteron.Aldosteron akan meningkatkan retensi Na,Cl,dan air sehingga volume darah akan kembali normal.
2.Kadar ion Na dan ion K plasma.Apabila ion Na plasma turub dan ion K plasma maka sekresi aldosteron akan meningkat.
3.ACTH. Ada dalam dosis yang kecil dan peranya sangat kecil sekali.Dalam konsenrasi tinggi, ACTH dapat merangsang pelepasan aldosteron.

Kelainan Mineralokortikoid anatara lain :
1)      Insufisiensi adrenal. Pada insufisiensi adrenal, Na banyalk terbuang,sedangkan K diretensi sehingga kadar ion K plasma meningkat.Bila tidak segara ditanggulangi,kadar Na plasma akan menjadi sangat rendah, sama halnya dengan volume plasma sehingga tekanan darah akan turun dan menganggu sirkulasi yang akhirnya akan terjadi syok.
2)      Hiper aldosteron
a.       Primer : terjadi karena tumor sel zona glomerulosa yang menghasilkan aldosteron secara berlebihan di sebut sindrom Conn, yang di tandai dengan hipernatremia, hipertensi tanpa udema , hipokalemia, otot rangka lemah, dan aritmia jantung.
b.      Sekunder : Peningkatan kadar renin angiotensin karena dehidrasi yang di akibatkan oleh pendarahan,kegagalan jantung, dan sirosis hepatis.

HORMON KELAMIN KORTEKS ADRENAL
Mempunai efek kortikosteroid,hormon androgenik,atau protein anabolanik yang mempunyai sruktur dan aktivitas yang mempunyai hormon seks.Androgen yang di ekskresi oleh suprarenal adalah dehidroepiandosteron(DHEA) dan aldostero stenedion. Hormon ini menyebabkan retensi dan nitrogen,fosfor,kalium,natrium dan klorida dalam jumlah yang besar pada wanita.Sekresi dari hormon ini di atur oleh ACTH.




Efek Hormon Kelamin adalah sebagai berikut.
1.      Androgen : terutama 17 ketosteroid dehidroepiandosteron di samping testoteron,pada keadaan fisiologik dan tidak mempunyai efek maskulinisasi yang berarti meningkatkan anabolisme protein dan merangsang pertumbuhan.
2.      Estrogen : pada keadaan fisiologis tidak mempunyai efek feminisasi yang berarti.

Kelainan Fungsi Korteks Adrenal dapat berupa hipofungsi dan hiperfungsi.
Hipofungsi : penyakit Addison (kerusakan seluruh zona) dengan tanda-tanda gabungan yang di sebabkan oleh kekurangan kortisol,aldosteron,dan androgen,disertai kelebihan ACTH.
Hiperfungsi : meliputi tiga sindroma yaitu sindroma Cushing,hiperaldosteronisme,dan sindrom androgenital dengan gejala maskulinisasi pada wanita dan feminisasi pada laki-laki.



MEDULA
Sel medula berbentuk lonjong,tersusun dalam kelompok korda pendek dan saling beranastomosis,Sel ini mempunyai inti besar, siptoplasma nya mengandung granula halus, dan mengandung sedikit ganglio autonom.Medula terdiri atas sel-sel yang menghasilkan hormon epinefrin dan norepinefrin yang mengandung sel sel ganglion simpatis dan kelenjar medula adrenal.Kelenjar medula adrenal dapat membentuk dan melepaskan adrenalin di samping noradrenalin.Dalam medula adrenal norepinefrin akan diubah oleh enzim yang di rangsang oeh kortisol.

Pembentukan , Penyimpanan , dan Pelepasan Katekolamin
Pada dasarnya katekolamin (adrenalin dan noradrenalin ) terbentuk melalui suatu hidrosilasi dan dekarbolasi asam amino felanin dan tiroksin.Tiroksin ditranspor ke dalam sel yang menyekresi katekolamin di tonsil.

Pengaturan sekresi katekolamin
Perangsangan sistim saraf simpatis dapat melepaskan noradrenalin dari ujung saraf simpatis dan melepaskan noradrenalin serta adrenalin dari kelenjar adrenal . Pada keadaan tertentu dapat merangsang pelepasan katekolamin dari medula adrenal (keadaan darurat) dengan gejala-gejala sebagai berikut :
-          Marah dingin dan rasa takut
-          Keadaan glukosa plasma rendah (hipoglikemia)
-          Tekanan darah darah rendah (hipotensi)
-          Anoksia otak (kekurangan oksigen di otak)
-          Asfiksia (kekurangan oksigen)
-          Meningkatkan kadar angiotensin.

Efek katekolamin
Penggiatan reseptor beta meningkatkan sintesa siklik AMP yang menimbulkan pengaruh inhibisi pada sel yang bersangkutan kecuali pada otot jantung terjadi sebaliknya yang di pengaruhi oleh reseptor alfa yang dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah (pengaruh vasokontruksi dari nonadrenalin), meningkatkan glokogenesis (meningkatkan gula darah) , meningkatkan netabolisme oksidatif glukosa didalam sel , dan meningkatkan pembentukan energi dari panas.

Pembuluh darah
kelenjar suprarenal mempunyai suplai vaskular yang banyak yaitu arteri yang menyuplai tiap kelenjardan percabangan arteri setelah mencapai kelenjar (arteriol). Pembuluh darah tersebut menembus sampai memasuki sinusoid kapiler korteks yang lain langsung menuju medula dan mencurahkan isinya ke pleksusu kapiler .Darah vena yang berasal dari korteks dan modula mencurahkan isinya ke sistem venolus yang bergabung untuk membentuk vena medularis. Oleh karena itu , medula mempunyai suplai darah ganda baik berasal dari kapiler korteks maupun dari arteri medularis. Pembuluh darah limfatik hanya ditemukan pada kapsula dan dalam jaringan ikat yang mengelilingi vena yang besar.


Persarafan
Sejumlah saraf tak bermielin memasuki korteks dalam berkas-berkas kecil. Sebagian besar serta mengikuti trabekulla ke medula dan berakhir sebagai serat ganglion di antara sel medula .Setiap sel medula dapat dipersarafi dan rangsangan terhadap saraf menyebabkan pelepasan epunefrin dalam jumlah yang besar sementara saraf menghambat akrivitas sekresi sel medula.

2.3.6 Kelenjar Pienalis (EPIFISE)
Kelenjar pienalis terdapat di dalam fertikel otak, berbentuk kecil dengan berwarna merah seperti sebuah camera.Kelenjar ini menonjol mesensefalon ke atas dan ke belakang kolilkus superior.Fungsi kelenjar ini belum diketahui dengan jelas.Kelenjar ini menghasilkansekresi interna dalam membantu pankreas dan kelenjar kelamin berperan penting dalam membantu pankreas dan kelenjar kelamin berperan penting dalam mengatur aktivitas seksual reproduksi manusia. Kelenjar pienalis merupakan badan kecil berbentuk kerucut dihubungkan melalui suatu tangkai dengan tap ventrikel III dan membentuk suatu simpai tipis  yang mempunyai septa ke dalam organ dan membagi secara lengkap ke dalam lobulus yang terdiri atas sel epiteloid disebut  pinealosit. Sel  neuroglia berperan sebagai unsur penyokong.



 














Glandula pienalis diatur oleh rangsangan saraf yang ditimbulkan oleh cahaya yang terlihat oleh mata, menyekresi melotonin, dan zat lain yang serupa lalu melewati aliran darah atau cairan ventrikel III ke glandula hipofisis anterior menghambat sekresi hormon gonadtropin dan gonad lalu berinvolusi.
Pienalis  menyekresi melatonin untuk  memodifikasi fungsi kelenjar kelamin yang berhubungan dengan pengaturan waktu haid dan memberikan pengaruhi pada perkembangan kelenjar kelamin untuk kematangan seksual.
Pembuluh Darah dan Saraf
Sejumlah kecil pembuluh darah dan saraf baik bermielin maupun tidak, menyuplai kelenjar ini.Kapiler dalam kelenjar terdiri atas tipe yang tipis dan dan bertingkap. Serat saraf berasal dari bagian simpatis  susunan saraf otonomdan menunjukkan ujung saraf berakhir pada sel pineal, tidak pada pembuluh darah sel otot polos.




 Kelenjar Pankreas
Pankreas adalah suatu alat tubuh yang berbentuk agak panjang terletak retroperitonialdalam abdomen bagian atas, di depan vertebra lumbalis I dan III. Kepala pankreas terletak dekat dengan kepala duodenum, sedangkan ekornya sampai ke limpah pankreas mendapat darah dari artei lienalis dan arteri masenterika superior.Duktus patreatikus bersatu dengan duktus koledukus dan masuk ke duodenum.Pankreas mengahsilkan dua kelenjar yaitu kelenjar endoktrin dan kelenjar eksokrin.
Pankreas menghasilkan kelenjar endokrin yang terdiri atas kelompok sel yang membentuk pulau-pulau langerhans. Pulau – pulau langerhans berbentuk oval dan tersebar di seluruh pankreas. Dalm tubuh manusia terdapat 1 – 2 juta pulau – pulau langerhans yang dibedakan atas granulasi dan pewarnaan, setengah dari sel ini menyekresi hormon insulin.
Pulau – pulau langearhans menghasilkan 4 jenis sel :
  1. Sel – sel A (alfa). Sekitar 20 – 40% memproduksi glukagon menjadi faktor hiperglikemik yang dirangsang oleh kadar gula yang rendah, mempunyai anti insulin like aktif, dan mengandung gelembung sekretorik dengan granula homogen kepadatan rendah. Glukagon melepaskan glukosa degan glikogenolisis sehingga dapat menaikkan gula darah dan melepaskan peptida aktif termasuk hormon ACTH.
  2. Sel – sel B (beta).Sekitar 60 – 80% fungsimya membuat insulin. Sel ini lebih banyak mengandung glanula. Ciri khasnya dari sel ini adalah terdapat kristaloid rhomboid yangmerupakan penghasil insulin. Selain itu sel ini bekerja terhadap membran sel untuk memudahkan transpor glukosa ke dalam sel sehanigga kadar gula darah menurun.
  3. Sel – sel C.Sekitar 5 – 15% membuat somatostatin, tidak berglanula, dan berbentuk poligonal tak teratur. Inti sel ini berbentuk bundar dan terletak di tengah mitokondria, sedangkan yang berbentuk batang terletak dalam glanula.
  4. Sel -   sel D.Sekitar 1% mengandung dan menyekresi pankreatik polipeptida. Sel ini berjumlah lebih sedikit dan terletak berdekatan dengan sel A. Selain itu,sel tersebut berisi gelembung kecil dalam pulau langerhans di daerah kepal pankreas dan melepaskan somatostatin yang dapat menghambat sekresi insulin dan glukosa.

Pembuluh Darah
Pendarahan pankreas berasal dari cabang – cabang arteri seliaka dan arteri mesenterikal superior, sedangkan venanya kembali ke sistem portal.Pembuluh darah besar berjalan dalam jaringan ikat interlobural, sedangkan pembukuh kecil masuk ke dalam lobulus. Dari pembuluh darah ini, arteriol masuk ke dalam pulau – pulau langerhans yang cabangnya menjalin kapiler yang luas untuk memperdarahi sel A dan sel D, kemudian memperdarahi sel B yang letaknya lebih ketengah. Setelah memperdarahi pulau pulau langerhans, arterior kemudian menuju jaringan eksokrin dan memberikan interaksi antara sel – sel dengan pulau – pulau langerhans dan antara sel – sel dengan jaringan asinus untuk menaikkan getah pankreas.

Persarafan
Saraf otonom pankreas berasal dari ganglion seliaka atau sistem simpatis dan vagus (parasimpatis) dengan beberapa sel ganglion dalam jaringan ikat interlobural.

Insulin
Merupakan protein kecil yang terdiri atas dua rantai asam amino yang satu sama lainnya dihubungkan oleh ikatan disulfida, sebelum dapat berfungsi ia harus berikatan dengan  protein reseptor yang besar dalam membran sel.
Pengaturan Sekresi Insulin
Sekresi insulin dikendalikan oleh kadar glukosa darah.Kadar glukosa darah yang berlebihan akan merangsang sekresi insulin dan bila kadar glukosa normal atau rendah maka sekresi insulin akan berkurang.Glukosa ke dalam darah tanpa dipengaruhi oleh adanya insulin langsung dapat merangsang sekresi insulin,fruktosa merangsang insulin dalam derat sedang.

2.3.7 Kelenjar  Gonad
Kelenjar gonad adalah testis pada pria dan ovarium pada wanita.Kelenjar ini mempunyai fungsi endokrin dan reproduksi.Sebagai kelenjar endokrin,testis menghasilkan estrogen dan progesteron untuk memproduksi sel telur.

            Gonad dan kelenjar-kelenjar asesoris pada waktu lahir mempunyai ukuran yang lebih kecil dan tidak berfungsi.Pada masa pubertas,kelenjar gonad menjadi aktif dan sifat kelamin sekunder mulai nampak.Selain itu,juga terjadi peningkatan sekresi gonadotropin(FSH dan LH) disebabkan oleh kepekaan hipotalumus terhadap inhibisi (hambatan) steroin menurun.

Sistem Hormon Reproduksi Pria
Fungsi reproduksi pria dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu: 1)  Spermatogenesis untuk pembentukan sperma; 2)Pelaksanaan kerja seksual,pengaturan fungsi seksual pria oleh berbagai hormon (fungsi endokrin) yang berhubungan dengan fungsi reproduksi adalah efek hormon seks pria pada organ seks tambahan; 3) metabolisme sel dan fungsi tubuh lain.

            Testis menghasilkan beberapa horrmon seks pria yang dinamakan androgen.Salah satu diantaranya testeron lebih banyak dan lebih kuat dari yang lain.Testeron bertanggung jawab akan efek hormon pria.Totesteron dibentuk oleh sel interstisal leydig yang terletak pada interstial antara tubulus seminalis ferus,sekresi androgen (hormon seks pria) . Misalnya kelenjar adernal menyekresi androgen dalam keadaan normal tidak menyebabkan sifat maskulinasi yang bermakna.

Pengaturan Spermatogenesis           
FSH merangsang spermatogenesis , sedangkan LH merangsang sekresi testoseron dan mempertahankan spermatogenesis.Kerja FSH dan tetosteron terlaksana dengan jalan merangsang sel sertoli untuk membentuk senyawa yang diperlukan untuk maturasi sperma.Sekresi FSH diatur melalui mekanisme umpan balik negatif yaitu peningkatan sekresi dan sel sertoli.

Efek Testeron
1.Pada janin :merangsang diferensiasi dan perkembangan alat genital ke arah pria,pengatur pola jantan(pria), dan pengontrolan hipotalamus terhadap sekresi gonadotropin setelah pubertas.
2.Pada pubertas: mempengaruhui sifat kelamin sukendur yaitu perkembangan bentuk tubuh,perkembangan alat genital,distribusi rambut,pembesaran laring, dan sifat agresif.

Sistem Hormon Reproduksi Wanita
Fungsi seksual dan reproduksi wanita dibagi dalam dua fase yaitu persiapan tubuh untuk konsepsi dan kehamilan (periode kehamilan).

Sistem Hormon Wanita
1.Lutenizing hormone-realising hormone (LHRH)/Hormon releasing hipotalamus:
Hormon dari hipotalamus dihasilkan di perikarion neuron hipotalamus,terikat oles reseptor gonadotrofin untuk merangsang produksi hormon leutanizing dan merangsang folicle stimulating hormone dan penurunan produksi pelepasan gonadotrofin.
2.Hormon hipofisis anterior yaitu FSH dan LH yang disekresi akibat respon terhadap relasing hormon di hipotalamus berfungsi untuk memicu sintesis steroid di ovarium.

Pembentukan reseptor LH: hormon disekresi akibat respon terhadap releasing hormone di hipotalamus untuk memicu sintesis steroid di ovarium. Peningkatan konsentrasi Pembentukan reseptor LH di lapisan granulosa mulai terjadi apabila terdapat peningkatan konsentrasi gonadotrofin praovulasi meskipun belum terdapat ovulasi LH yang dapat dijumpai dalam jumlah besar dalam sel-sel granulosa dan zalir folikel, meletakkan dasar kerja korpus luteum selama fase luteal.
Selama proses ovulasi, di dalam sel granulosa terjadi perubahan sintesis steroid dari estrogen menjadi progesteron. Pada proses pecahnya folikel sampai terjadinya ovulasi, vaskularisasi pada lapisan granulosa akan meningkat sehingga jumlah progesteron juga akan meningkat dalam serum.

Hormon ovarium (Estrogen dan Progesteron)
Disekresi oleh ovarium akibat respon terhadap dua hormon dari kelenjar hipofisis.Korpus luteum membuat steroid estrogen maupun progesteron merangsang pertumbuhan dan diferensiasi saluran reproduksi wanita serta struktur yang terpengaruh dengan bermacam-macam sistemik.
Estrogen alami yang menonjol adalah estradiol.Ovarium hanya membuat estradiol merupakan produk degradasi steroid-steroid pada wanita yang tidak hamil.Selama kehamilan estradiol diproduksi oleh plasenta. Estrogen beredar terikat pada protein plasma dan proses peningkatannya terjadi dalam hati yang melaksanakan peran ganda dalam metabolisme estrogen. Urine wanita hamil banayak mengandung estrogen yang dihasilkan oleh plasenta. Mekanisme aksi estrogen berfungsi untuk mengatur ekskresi gen tertentu dalam sel yang bekerja sebagai sasaran.
Khasiat umum estradiol adalah sebagai perangsang DNA melalui RNA sehingga terjadi peningkatan sintesis protein.



Khasiat khusus estradiol
1.      Pada serviks :produksi estradiol meningkatkan fase folikuler sekresi getah servik dalam mengubah konsentrasi getah pada saat ovulasi menjadi encer dan bening memperlama perjalanan spermatozoa.
2.      Pada vagina :estrodial menyebabkan perubahan selaput vagina, meningkatkan produksi getah dan kadar glikogensehingga meningkatkan produksi asam laktat. Akibatnya nilai pH akan menjadi rendah sehingga memperkecil terjadinya infeksi dan mempersiapkan spermatozoa dalam genetalia wanita agar dapat menembus selubung ovum.
3.      Progesteron :senyawa-senyawa ini memiliki aksi yang bervariasi terhadap organ reproduksi wanita dan dibawa kondisi psikologig sering bekerja secara sinergis dengan estrogen. Akan tetapi terkadang juga bekerja saling menghambat (antagonistik). Steroid ini sangat penting dalam mempersiapkan uterus untuk implantasi blastosit dalam memelihara kehamilan dan mengatur organ asesori selama siklus reproduksi. Metabolisme progesteron yang utama di dalam urine ialah pregnandiol dan pregnantiol, senyawa ini dibuang sebagai glukorunid.
Khasiat umum progesteron :mempersiapkan tubuh untuk menerima kehamilan dan merupakan syarat mutlak untuk konsepsi dan implantasi, terjadi karena pengaruh estradiol menyintesis reseptor untuk progesteron.

Khasiat khusus progestern :
1.      Pada endometrium :perubahan sekretorik mencapai puncaknya pada hari ke-22 siklus haid normal. Apabila progesteron terlalu lama mempengaruhi endometrium maka akan terjadi degenerasi sehingga tidak cocok menerima nidasi.
2.      pada serviks : pengaruh progesteron mengurangi getah serviks dan molekul besar menjadi tebal sehingga porsio dan serviks menjadi sangat sempit dan getah serviks menjadi kental.
3.      Pada miometrium : menurunkan tonus miometrium sehingga kontraksi berjalan lambat. Pada kehamilan khasiat ini bermanfaat karena membuat uterus menjadi tenang.
4.      Relaksin : merupakan hormon larut dalam air yang trdapat pada ovarium. Plasenta dan uterus memiliki aktivitas relaksin yang telah diisolasi dari ekstrak air ovarium yang dimurnikan sebagian ditemukan pada waktu bersamaan dengan adanya steroid ovarium.

Kontrol endokrin tehadap ovarium.Ovarium merupakan organ otonom yang kemampuan fungsionalnya dipengaruhi oleh banyak rangsangan dari luar yang disalurkan ke sistem saraf pusat dan bereaksi secara langsung.Kelenjar endokrin pada ovarium memiliki pengaruh modulasi terhadap produksi gamet dan hormon gonadotrofin, pituiri yaitu FSH dan LH.

Pengaruh biolik hormon ovarium.Pengaruh estrogen menggiatkan jaringan pada jaringan seks asesori, dengan merangsang pembelahan sel dalam lapisan yang lebih dalam sehingga menyebabkan penggantian lapisan luar secara lebih cepat. Pembelahan sel yang cepat akan berlangsung terus menerus dan merupakan faktor predisposisi jaringan untuk menjadi kanker.

Siklus Reproduksi
Perubahan siklik pada sistem reproduksi diatur oleh hormon aksi pituitari anterior dan gonad.Hipotalamus otak merupakan sumber faktor yang melintasi vena porta menuju adenohipofisis.Tempat tersebut beraksi untuk menggiatkan pelepasan hormon yang berbeda kecepatannya.
Aktivitas hipotalamus dipersiapkan oleh rangsangan lingkungan luar dan kadar hormon steroid di dalam sirkulasi. Organ seks asesoris sebagian besar memiliki sifat seks sekunder yang berada dibawah kontrol hormon gonad dan hormon ini dipersiapkan oleh gonadotrofin pituitari.

Prolaktin
Tirotropin Releasing Hormon (TRH) menghasilkan prolaktin.Sel penghasil prolaktin adalah laktotrof.Hormon ini dijumpai plasma wanita dan pria yang normal.
Hormon hipofisis juga mengeluarkan Prolactin Releasing Hormone (PRH).Laju sintesis prolaktin sebagian besar tidak ada kendali dari hipotalamus, dalam bentuk sekresi dopamin ke dalam pembuluh portal. Laju sekresi normal dari prolaktin pada pria dan wanita yang tidak hamil adalah 300 mg/menit/m2 dan laju pembersihan metabolik 40-50 ml/menit.m2, waktu prolaktin adalah sekitar 50 menit.

Sekresi prolaktin :dikendalikan oleh dopamin yang disekresi ke dalam pembuluh aorta dari neuron yang berpuncak pada nukleus dan berakhir pada eminensia mediana. Rangsangan fisiologis prolaktin terjadi saat isapan bayi ketika menyusui dan rangsangan taktil pada puting yang menimbulkan refleks neuroendokrin yang menyebabkan pengeluaran prolaktin.

Endokrinologi Kehamilan
Pada kehamilan, korpus luteum akan dipertahankan oleh Hormon Chorionic Gonadotropin ( HCG) sampai 2 bulan kehamilan, selanjutnya fungsi korpus luteum akan diambil alih oleh plasenta.
1.      Estrogen : kadarnya meningkat dan dibentuk oleh sel-sel tropoblas plasenta. Plasenta tidak mempunyai enzim hidroksilase yang mengubah progesterone menjadi endro stenedion sehingga diperlukan DHEA yang dibentuk oleh janin dan diaromatisasikan menjadi estrogen. Fungsi estrogen pada kehamilan adalah untuk meningkatkan aliran darah utero-plasenta.
2.      Progesterone : dihasilkan oleh korpus luteum kehamilan kemudian dihasilkan oleh sel-sel tropoblas plasenta. Fungsi progesterone adalah menjaga myometrium dalam keadaan istirahat dan mencegah reaksi imunologik terhadap antigen asing.
3.      Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG) : konsentrasi mencapai puncak pada minggu ke-10 dan menurun paling rendah pada minggu ke-19 sampai 20 kehamilan. Fungsi hormon ini adalah mengatur produksi endrogen pada janin dan membentuk korpus luteum menstruasi menjadi korpus luteum kehamilan.



Kelenjar Endokrin Sistem Reproduksi

Hormon wanita
1.      Hormone estrogen
Disekresikan oleh sel-sel Trache intrafolikel ovarium, korpus luteum, dan plasenta.sebagian kecil oleh korteks adrenal , estrogen mempermudah pertumbuhan folikel ovarium dan meningkatkan tuba uterus, jumlah otot uterus, dan kadar protein kontraktil uterus. Estrogen mempengaruhi organ endokrin dengan menurunkan sekresi FSH. Dalam beberapa keadaan, estrogen menghambat sekskresi LH dan pad keadaan lain akan meningkatkan LH. Estrogen meningkatkan pertumbuhan duktus-duktus yang terdapat pada kelenjar mamae dan merupakan hormone feminisme wanita terutama disebabkan hormone androgen.Kerja estrogen pada uterus, vagina, dan beberapa jaringan lainnya berhubungan dengan interaksi dan reseptor protein dalam sitoplasma sel.
Pengaruh terhadap organ seksual antara lain pembesaran ukuran tuba fallopi, uterus, vagina, pengendapan lemak pada mons veneris, pubis, labia, serta mengawali pertumbuhan mammae. Selain itu, pengaruh lainnya adalah kelenjar mammae berkembang dan menghasilkan susu, tumbuh berkembang dengan cepat, tumbuh rambut pubis dan aksila, serta kulit menjadi lembut.
2.      Hormone progesterone
Dihasilkan oleh korpus luteum dan plasenta.Hormone ini bertanggung jawab atas perubahan endometrium dan perubahan siklik didalam serviks dan vagina. Progesterone juga berpengaruh anti esterogenik pada sel-sel myometrium, menurunkan kepekatan otot tersebut dan sensitivitas myometrium terhadap oksitosin dan aktifitas listrik spontan , myometrium sementara meningkatkan potensial membrane, serta bertanggung jawab meningkatkan suhu basal tubuh pada saat ovulasi. Efek progesterone terhadap tuba falopii meningkatkan sekresi dan mukosa sedangkan pada kelenjar mamae meningkatkan perkembangan lobules dan alveolus kelenjar mamae, keseimbangan elektrolit, dan peningkatan sekresi air dan natrium.
  1. Folicle Stimulating Hormone (FSH)
    Mulai ditemukan pada gadis umur 11 tahun dan jumlahnya terus-menerus bertambah tambah dewasa. FSH dibentuk oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Pembentukan FSH ini akan berkurang pada pembentukan atau pemberian estrogen dalam jumlah yang ckup dalam keadaan yang terjadi pada kehamilan.
  2. Luteinizing Hormone (LH)
    LH bekerja sama dengan FSH menyebabkan terjadinya sekresi estrogen dari folikel de graff. LH juga menyebabkan penimbunan substansi dari progesteron dalam sel granulosa. Apabila estrogen dibentuk dalam jumlah yang cukup besar akan menyebabkan pengurangan produksi FSH sedangkan produksi LH bertambah hingga tercapai suatu rasio. Produksi FSH dan LH dapat merangsang terjadinya ovulasi.
  3. Prolaktin (Luteotropin hormone= LTH)
    Ditemukan pada wanita yang mengalami menstruasi dan banyak ditemukan pada urine wanita hamil, masa laktasi, dan menopause. Hormon ini dibentuk oleh sel alfa (ashidopil) dari lobus anterior kelenjar hipofisis. Fungsi hormon ini adalah untuk memulai mempertahankan produksi progesteron dari korpus luteum. Kelenjar hipofisis dirangsang dan diatur oleh pusat yang lebih tinggi yaitu hipotalamus untuk menghasilkan Gonadtrophin Releazing Factor Hormone (GRFH).

Sifat Kimia Hormon Kelamin
1.      Estrogen : salah satu hormon yang disekresi oleh ovarium adalah estradiol. Sebagian besar dibentuk oleh jaringan perifer dari androgen yang disekresi oleh sel ovarium. Estriol adalah estrogen lemah yang merupakan produksi oksidasi yang berasal dari estradiol. Perubahan terjadi terutama dalam hati. Potensial dari estrogenik dianggap sebagai estrogen utama walaupun efek estrogenik dan estron tidak dapat diabaikan.
2.      Progestin : yang paling penting progestin adalah progesteron. Bagian kecil progestin hidroksiprogesteron disekresi bersama dengan progesteron mempunyai efek yang sama. Pada wanita normal progesteron disekresi dalam jumlah cukup banyak selama akhir siklus ovulasi dan progesteron juga disekresi oleh plasenta selama kehamilan khususnya setelah kehamilan bulan keempat.
3.      Sintesis Estrogen dan Progesteron : keduanya disentesis dalam ovarium terutama dari kolesterol yang berasal dari darah dalam jumlah kecil yang diperoleh dari asetil koenzim untuk membentuk inti steroid yang tepat. Selama sintesis, progesteron dan testosteron akan disintesis pertama kali, setelah itu fase folikular dari siklus ovarium. Hampir semua testosteron dan sebagian besar progesteron diubah menjadi estrogen oleh sel-sel granulosa swlama fase luteal dari siklus jauh lenih banyak progesteron yang dibentuk yang semuanya akan plasma wanita oleh ovarium.

Ovulasi
Pada wanita yang mempunyai siklus seksual normal 28 hari, beberapa saat sebelum ovulasi dinding luar folikel yang menonjol akan membengkak dengan cepat dan daerah kecil bagian tengah kapsul yang di sebut stigma akan menonjol seperti putting. Dalam waktu 30 menit kemudian cairan mulai mengalir dari folikel melalui stigma sekitar 2 menit kemudian folikel menjadi lebih kecil karena kehilangan cairannya. Stigma akan robek lebih besr dan cairan yang lebih kental pada bagian tengah folikel mengalami evaginasi keluar ke dalam abdomen. Cairan kental ini membawa ovum yang di kelilingi oleh beberapa ratus sel granulosa kecil yang di sebut korona radiata.
Luteiniing Hormon (LH) diperlukan untuk pertumbuhan.Pada akhir folikel dan ovulasi kecepatan sekresi LH oleh kelenjar hipofisis anterior meningkat dengan cepat dan FSH juga meningkat kira-kira 2-3 kali lipat pada saat bersamaan.Permulaan ovulasi menunjukkan LH dalam jumlah yang besar, sehingga menyebabkan sekresi hormone steroid folikular yang mengandung sejumlah kecil progresteron berlangsung 2 peristiwa di butuhkan untuk ovulasi. Peristiwa tersebut adalah:
1.      Kapsul folikel mulai melepaskan enzim proteolitik dari lisozom yang mengakibatkan pelarutan dinding kapsul dan mengakibatkan membengkaknya seluruh folikel dan degenerasi stigma.
2.      Terjadi pertumbuhan pembuluh darah baru yang berlangsung cepat ke dalam dinding folikel, pada saat yang prostaglandin menjadi vasodilatasi akan di sekresi dalam jaringan folikular.
Kedua efek ini selanjutnya akan mengakibatkan transudasi plasma ke dalam folikel yang berperan pada pembengkakan dan degenerasi stigma mengakibatkan pecahnya folikel di sertai dengan pengeluaran ovum.


Siklus Seksual pada Pubertas
Bila lonjakan LH praovulasi tidak cukup besar maka ovulasi tidak berlangsung.Peristiwa ini di sebut sebagaiAnuvolatorik.Variasi siklus seksual terus berlanjut tetapi mengalami perubahan dengan cara tidak adaknya ovulasi menyebabkan korpus luteum gagal berkembang akibatnya hanpir tidak ada sekresi progesterone selama akhir dari siklus. Siklus akan memendek beberapa hari tetapi ritmenya terus berlanjut sehingga progesterone tidak di butuhkan untuk mempertahankan siklus itu sendiri walaupun dapat mengubah ritmenya. Siklus anovularikbiasanya terjadi selama beberapa siklus pertama sesudah pubertas atau beberapa bulan bahkan tahunan sebelum menopause.Hal ini karena mungkin lonjakan LH tidak cukup kuat untuk merangsang terjadinya ovulasi.

Kelenjar Mamae
Kelenjar mamae pada wanita mulai berkembang pada permulaan masa pubertas ( adolescent) pada umur 11-12 tahun kelenjar mamae tumbuh menjadi besar pada sebelah lateral linea aksilaris anterior/ media, sebelah kranial ruang interkostalis VII-VIII.

Struktur Kelenjar Mamae
Kelenjar mame menyebar di sekita areola mamae dan mempunyai lobus sekitar 15-20 lobus. Tiap lobus berbentuk pyramid dengan puncak mengarah ke areola mamae.Masing masing lobus di batasi oleh septum yang terdiri atas jaringan fibrosa yang padat.Serat jaringan ikat fibrosa terbentang dari kulit ke fasia pektoralis dan menyebar di antara jaringan kelenjar.
Tiap lobus kelenjar mamae mempunyai saluran keluar yang di sebut dukstus laktiverus yang bermuara ke papilla mamae.Pada daerah aerola mamae duktus laktiverus melebar disebut sinuslaktiverus.Pada daerah terminalis lumen sinus ini mengecil dan dan bercabang-cababg ke alveoli.Di antara jaringan kelenjar dan jaringan fibrosa ruangannya diisi oleh jaringan lemak yang membentuk postur dari mamae sehingga permukaan mamae terlihat rata.Bagian adalam kelenjar mamae dapat dipisahkan dengan mudah dari fasia dan kedudukan mamae mudah bergeser.


Pembuluh Darah Mamae
Berasal dari arteri mamaria interna dan arteri torakalis lateralis.Vena supervisialis mamae mempunyai banyak anastomosis dan bermuara ke vena mamaria interna dan vena torakalis interna/epigastrika, sebagian besar bermuara ke vena torakalis lateralis.

Pembuluh Limfe Mamae
1.      Aliran limfe superfisialis 75% mengalir ke saluran torakalis lateralis berjalan bersama arteri dan vena di pinggir lateral musculus pektoralis mayor kemudian bermuara di nl. Aksilaris dan nl. Klavikularis.
2.      Aliran limfe provunda mengalir ke dinding torak menembus muskulus pektoralis mayor bermuara ke nl.pektoralis sepanjang arteri dan vena mamaria interna.
3.      Bagaian median aliran limfe subkutan berhubungan antara keua mamae dan bermuara ke nl. Supra klavikulari

















BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain.
Kelenjar endokrin (endocrineglarul) terdiri dari :
1.      Kelenjar hipofise atau pituitari (hypophysisor pituitary glanrl) yang terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak.
2.      Kelenjar tiroid (thyroidglanrl) atau kelenjar gondok yang terletak di leher bagian depan.
3.      Kelenjar paratiroid (parathyroidglanrl) dekat kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid menghasilkan parathormon yang turut mengatur kadar calcium darah.
4.      Kelenjar suprarenal (suprarenalglanrl) yang terletak di kutub atas ginjal kiri-kanan.
5.      Pulau Langerhans (islets oflangerhans) di dalam jaringan kelenjar pankreas.
6.      Kelenjar kelamin (gonarl)laki di testis dan indung telur pada wanita.











DAFTAR PUSTAKA

Pearce C.E. 1992. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.http://rizalsuhardieksakta.blogspot.com/2012/01/sistem-endokrin.htmlGibson, john. 1995. Anatomi dan Fisiologi Modern. Jakarta. Pearce, Evelyn C., 1979. Anatomi dan Fisiologi untuk para Medis. Erlangga. Jakarta. http://unsurhidup.blogspot.com/2012/02/makalah-sistem-endokrin.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Your CommEnT........