Kontes SEO Gudangpoker.com

Kunjungi

Selasa, 07 Mei 2013

Karbohidrat dan Penyakitnya

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Klasifikasi Karbohidrat
2.1.1 Klasifikasi Karbohidrat Menurut Jenis
Karbohidrat yang terdapat didalam makanan pada umumnya hanya tiga jenis,yaitu:
1.      Monosakarida
Mono- dan disakarida terasa manis dan monosakarida didalam makanan juga ada tiga jenis yang mempunyai  arti gizi,yaitu glukosa,fruktosadan galaktosa.
2.      Disakarida
Didalam bahan makanan nabati terdapat dua jenis disakarida yaitu disakarida yang daoat dicerna disebut zat tepung ( amilum ) dan dekstrin sedangkan yang tidak dapat dicerna ialah selulosa,pentose dan galaktan.
Disakarida didalam makanan hanya ada tiga jenis yang mempunyai arti gizi,ialah sukrosa ( gula pasir ), laktosa ( karbohidrat dalam susu),dan maltose ( sirup)
3.      Polisakarida
Polisakarida didalam bahan makanan  hewani dapat dicerna dan disebut glikogen. Polisakarida terdiri dari pati,dejstrin  dan selulosa.

Monosakarida dan disakarida disebut juga karbohidrat sederhana dan polisakarida disebut karbohidrat kompleks.

2.1.2  Klarifikasi Karbohidrat menurut Fungsi
Karbohidrat merupakan sumber utama energi yang paling murah. dari tiga jenis sumber utama energi yaitu karbohidrat,lemak dan protein,karbohidrat yang tidak dapat dicerna memberikan volume dalam isi usuus dan melancarkan gerak peristaltic yang melancarkan aliranhasil yang sudah halus (kimus) melalui saluran pencernaan serta memudahkan pembuangan tinja (defekasi).

2.1.3 Klarifikasi Karbohidrat menurut Kebutuhan
Karbohidrat  60-75% dari kebutuhan energy total atau sisa dari kebuutuhan energy yang telah dikurangi dengan energy yang berasal dari protein dan lemak. Bila kebutuhan energi dalam sehari adalah sebersar 2450 kkal maka energy yang berasal dari karbohidrat hendaknnya sebesar 1470-1838 kkal atau sebesar 368-460 gr karbohidrat.

2.1.4 Klarifikasi Karbohidrat menurut Sumber
Sumber utama karbohidrat di dalam makanan berasal dari tumbuh-tubuhan,yaitu biji,batang dan akar.Sumber yang kaya karbohidrat lainnya seperti pisang, sawo, nangka, sukun, dan kelewih, beras, akar, dan umbi, serta ekstra tepung seperti sagu, dan kacang-kacangan.
Karbohidrat hewani,terutama terdapat didalam otot ( daging) dan hati. Namun jumlahnya terbatas dan setelah binatang mati,glikogen mengalami penguraian sehingga glikogen menghilang ketika sampai di dapur untuk masak. Berikut ini adalah beberapa tananaman yang mengandung karbohidrat:
a.     Serealia : beras,jagung,gandum ( terigu )
b.    Ubi-umbian : singkong,ubi jalar,kentang,talas
c.     Biji-bijian/kacang-kacangan : kacang hijau,ampas tahu
d.    Lainnya :  susu,madu gula pasir,gulamerah
e.     Sayur-sayuran dan buah-buahan dalam  jumlah sedikit.




Karbohidrat merupakan kebutuhan dasar bagi manusia untuk kelangsungan hidup. Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai bahan bakar penghasil energi, bahkan merupakan sumber utama energi untuk bayi.
Energi dalam makanan diperoleh dari karbohidrat, protein dan lemak. Ketiga zat gizi tersebut diberi nama makronutrien. Kebutuhan energi disuplai oleh karbohidrat dan lemak. Fungsi utama dari protein lebih untuk menyediakan asam-asam amino untuk sintesa protein sel, selain itu harga yang dibutuhkan mahal untuk konversi protein menjadi energi.
Karbohidrat terdapat dalam makanan dapat sebagai gula tunggal (Monosakarida), gula ganda (Disakarida) juga dapat sebagai karbohidrat kompleks (Polisakarida). Gula tunggal contohnya adalah glukosa dan fruktosa yang terdapat dalam buah-buahan, sayuran dan madu. Gula ganda contohnya adalah sukrosa, maltosa dan laktosa (karbohidrat yang terdapat dalam susu).
Sukrosa yang kita kenal dalam keseharian dengan nama gula pasir, terdapat dalam tebu,   buah-buahan, sayuran. Karbohidrat komplek terdiri dari pati, dekstrin dan serat makanan. Pati terdapat di dalam serealia, umbi-umbian, kacang-kacangan dan sebagian buah-buahan yang belum matang.
Bahaya kekurangan karbohidrat yang parah khusus tipe marasmus. Anak penderita marasmus terlihat kurus kering, dan berat badannya bisa turun 80% lebih rendah dibandingkan berat badan rata-rata anak dengan tinggi badan yang sama. Tingkat kejadian marasmus lebih tinggi pada anak umur di bawah satu tahun.
Penyakit kekurangan karbohidrat marasmus ini adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. Gejala yang timbul diantaranya muka seperti orangtua (berkerut), tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit (kelihatan tulang di bawah kulit), rambut mudah patah dan kemerahan, gangguan kulit, gangguan pencernaan (sering diare), pembesaran hati dan sebagainya.
Anak tampak sering rewel dan banyak menangis meskipun setelah makan, karena masih merasa lapar. Berikut adalah gejala pada marasmus adalah (Depkes RI, 2000):
·       Anak tampak sangat kurus karena hilangnya sebagian besar lemak dan otot-ototnya, tinggal tulang terbungkus kulit.
·       Wajah seperti orang tua.
·       Iga gambang dan perut cekung.
·       Otot paha mengendor (baggy pant).
·       Cengeng dan rewel, setelah mendapat makan anak masih terasa lapar
Akibat kekurangan asupan makanan yang mengandung karbohidrat akan mengakibatkan penyakit kekurangan karbohidrat, di antaranya adalah penyakit yang sering mengenai anak balita (di bawah lima tahun) disebut juga penyakit marasmus. Ciri-ciri pada penyakit ini:
·       Selalu merasa kelaparan.
·       Anak sering menangis.
·       Tubuh menjadi sangat kurus, biasanya pada anak yang terkena penyakit busung lapar.
·       Kulit menjadi keriput.
·       Pernapasan terganggu akibat tekanan darah dan detak jantung yang tidak stabil.
Penyakit marasmus sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian apabila tidak ditangani secara serius. Penyakit kekurangan karbohidrat marasmus ini akan mengakibatkan tumbuh kembang anak menjadi terhambat, perkembangan kecerdasannya menjadi lambat, dan tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada perkembangan psikologisnya.


http://www.jurug.com/wp-content/uploads/2010/12/Foto-Bayi-Anak-Terserang-Penyakit-Marasmus.jpg
B.Penyakit Kelebihan Karbohidrat
1)      Diabetes mellitus
Penyakit diabetes mellitus merupakan gangguan metabolis yang bersangkutan dengan karbohidrat glukosa .Mengonsumsi karbohidrat berlebihan tidak baik untuk tubuh kita, Jika mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan akan meningkatkan kadar gula darah. Kita sudah ketahui jika kekurangan karbohidrat penyakit kekurangan karbohidrat yang bisa menyerang kita adalah marasmus. Jika kelebihan karbohidrat akan menyebabkan penyakit diabetes melitus.
Kita sebaiknya menjaga asupan karbohidrat harian yang kita makan. Jangan sampai kekurangan karbohidrat dan juga tidak boleh berlebihan. Jika kekurangan sebaiknya kita memperbaiki asupan karbohidrat yang berlebihan. Jika berlebihan kita harus menguranginya supaya terhindar dari diabetes melitus. Berikut makanan yang bisa menyebabkan naiknya gula darah adalah karbohidrat yang berasal dari:
·       Padi-padian
·       Umbi-umbian
·       Buah-buahan
·       Gula putih
·       Gula merah
Bagi penderita diabetes melitus, mengonsumsi makanan tersebut sudah tidak aman lagi karena akan menaikkan kadar gula darah, apalagi jika dikonsumsi dengan jumlah yang berlebihan. Penderita diabetes melitus boleh mengonsumsi karbohidrat yang terkandung dalam semua bahan makanan tersebut, hanya saja dalam jumlah yang terbatas. Dengan kata lain secukup batas makasimal asupan karbohidrat yang dianjurkan.
Hasil penelitian para ahli, menunjukkan bahwa makanan yang mengandung karbohidrat akan berbeda kemampuannya dalam menaikkan kadar darah dalam tubuh. Perbedaan itu bisa disebabkan oleh:
·       Jenis bahan makanan.
·       Cara mengolah bahan makanan tersebut.
·       Kepekatan pada makanan.
·       Banyaknya kandungan serat, protein dan lemak dalam menu makanan, misalnya pada nasi. Nasi akan lebih lama menaikkan kadar gula darah dibandingkan dengan roti, mie, jagung dan kentang.
2. Obesitas
Penyakit kegemukan (obesitas) disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energy, dimana konsumsi terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energy. Kelebihan energy di dalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Pada keadaan normal, jaringan lemak ditimbun di beberapa tempat tertentu, diantaranya di dalam jaringan subkutan dan di dalam jaringan tirai usus (omentum). Jaringan lemak subkutan di daerah dinding perut bagian depan mudah terlihat menebal pada seseorang yang menderita obesitas. Seseorang baru disebut menderita obesitas, bila berat badannya pada laki-laki melebihi 15 % dan pada wanita melebihi 20 % dari berat badan ideal menurut umurnya. Ada beberapa penyakit yang meningkat prevalensinya pada orang yang menderita obesitas seperti penyakit-penyakit kardiovaskuler termasuk hipertensi, diabetes mellitus dan sebagainya.



















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Karbohidrat diklasifikasikan berdasarkan jenis, fungsi, kebutuhan dan sumber.
Klasifikasi karbohidrat menurut jenis, yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Klasifikasi karbohidrat menurut fungsi diantaranya  merupakan sumber utama energi yang paling murah. dari tiga jenis sumber utama energi yaitu karbohidrat,lemak dan protein,karbohidrat yang tidak dapat dicerna memberikan volume dalam isi usuus dan melancarkan gerak peristaltic yang melancarkan aliranhasil yang sudah halus (kimus) melalui saluran pencernaan serta memudahkan pembuangan tinja (defekasi).
Klasifikasi karbohidrat menurut kebutuhan, yaitu Karbohidrat  60-75% dari kebutuhan energy total atau sisa dari kebuutuhan energy yang telah dikurangi dengan energy yang berasal dari protein dan lemak. Bila kebutuhan energi dalam sehari adalah sebersar 2450 kkal maka energy yang berasal dari karbohidrat hendaknnya sebesar 1470-1838 kkal atau sebesar 368-460 gr karbohidrat.
Sedangkan klasifikasi karbohidrat menurut sumber yaitu Sumber utama karbohidrat di dalam makanan berasal dari tumbuh-tubuhan,yaitu biji,batang dan akar.Sumber yang kaya karbohidrat lainnya seperti pisang, sawo, nangka, sukun, dan kelewih, beras, akar, dan umbi, serta ekstra tepung seperti sagu, dan kacang-kacangan.
Akibat kelebihan karbohidrat adalah Diabetes mellitus dan Obesitas sedangkan kekurangan karbohidrat adalah Marasmus.



DAFTAR PUSTAKA

Setiowati,tetty dan deswaty furqonita.2007.Biologi Interaktif.Jakarta:Azka Press.
Erna Francin Paath,dkk. 2004. Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC.
Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
www.makananyangsehat.com
akuinginhijau.org/2011/03/1/makanan-sumber-karbohidrat-dan-subtitusinya/
Almatsier, S.2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta : Gramedia
Poedjiadi,Anna.2006.Dasar-Dasar Biokimia.Jakarta : Universitas Indonesia
Schumm,Dorothy E.1993.Intisari Biokimia.Jakarta : Binarupa Aksara
L.Achadi, Endang. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers
Anonymous A , 2012 (http://anhold.wordpress.com/2008/07/01/materi-singkat-biokimia/), diakses 24 November 2012
Anonymous B , 2012 (http://hidayat07.wordpress.com/2009/06/08/fungsikarbohidrat/), diakses 24 November 2012
http://www.scribd.com/doc/67831593/GULA-ALKOHOL

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Your CommEnT........