Kontes SEO Gudangpoker.com

Kunjungi

Selasa, 15 Juli 2014

Penentuan Masa Subur Dengan Metode Mukus Serviks

BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Metode Mukosa Serviks (Cervical Mucus Method Or Ovulasi Billings)
            Metode mukosa serviks atau metode ovulasi billings/MOB ini dikembangkan oleh Drs. John, Evelyn Billings dan Fr Maurice Catarinich di Melbourne, Australia dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Metode ini tidak menggunakan obat atau alat, sehingga dapat diterima oleh pasangan taat agama dan budaya yang berpantang dengan kontrasepsi modern.
Metode mukosa serviks atau metode ovulasi merupakan metode keluarga berencana alamiah (KBA) dengan cara mengenali masa subur dari siklus menstruasi dengan mengamati lendir serviks dan perubahan rasa pada vulva menjelang hari-hari ovulasi.
Metode Lendir Serviks atau lebih dikenal sebagai Metode Ovulasi Billings/MOB atau metode dua hari mukosa serviks dan metode Simtomtermal adalah yang paling efektif. Cara yang kurang efektif misalnya Sistem Kalender atau pantang berkala dan Metode Suhu Basal yang sudah tidak diajarkan lagi oleh pengajar KBA. Hal ini disebabkan oleh kegagalan yang cukup tinggi (>20%) dan waktu pantang yang lebih lama. Lagi pula sudah ada cara lain yang lebih efektif dan masa pantang lebih singkat.
Direkomendasikan oleh Amos Grunebaum, MD, FertileCM adalah suplemen untuk meningkatkan produksi cervical mucus (CM) = lendir serviks, cairan tubuh sentral yang berperan untuk pembuahan dan kehamilan. Lendir serviks memainkan sejumlah peran dalam kesuburan, menyediakan medium yang kondusif bagi sperma untuk bertahan hidup dalam rahim untuk menuju sel telur, dan setelah pembuahan terjadi, mendukung sekresi endometrium untuk memperkuat lapisan rahim, yang keduanya dapat memperbesar kemungkinan suksesnya kehamilan. FertileCM meningkatkan kesehatan rahim wanita secara keseluruhan.
Description: lendir serviks FertileCM
Lendir serviks yang subur selama ovulasi adalah penting untuk terjadinya kehamilan, membantu memproteksi dan menutrisi sprema dan memfasilitasi pergerakan sperma didalam rahim menuju tuba falopi di mana pembuahan telur akan berlangsung.
Agar pembuahan terjadi, sperma harus berenang melewati leher rahim selama kurang lebih 7 jam untuk mencapai saluran sel telur dimana pembuahan terjadi. Bahan alami didalam FertileCM menjamin kesehatan produksi lendir leher rahim, memastikan keseimbangan hormon pH didalam lingkungan rahim yang kondusif untuk pembuahan.
Lendir/mukosa seviks adalah lendir yang dihasilkan oleh aktivitas biosintesis sel sekretori serviks dan mengandung tiga komponen penting yaitu:
  1. Molekul lendir.
  2. Air.
  3. Senyawa kimia dan biokimia (natrium klorida, rantai protein, enzim, dll).
Lendir/mukosa serviks ini tidak hanya dihasilkan oleh sel leher rahim tetapi juga oleh sel-sel vagina. Dalam vagina, terdapat sel intermediet yang mampu berperan terhadap adanya lendir pada masa subur/ovulasi.
Ovulasi adalah pelepasan sel telur/ovum yang matang dari ovarium/indung telur. Pada saat menjelang ovulasi, lendir leher rahim akan mengalir dari vagina bila wanita sedang berdiri atau berjalan. Ovulasi hanya terjadi pada satu hari di setiap siklus dan sel telur akan hidup 12-24 jam, kecuali dibuahi sel sperma. Oleh karena itu, lendir pada masa subur berperan menjaga kelangsungan hidup sperma selama 3-5 hari.
Pengamatan lendir serviks dapat dilakukan dengan:
  1. Merasakan perubahan rasa pada vulva sepanjang hari.
  2. Melihat langsung lendir pada waktu tertentu.
Pada malam  harinya, hasil pengamatan ini harus dicatat. Catatan ini akan menunjukkan pola kesuburan dan pola ketidaksuburan.
Pola Subur adalah pola yang terus berubah, sedangkan Pola Dasar Tidak Subur adalah pola yang sama sekali tidak berubah. Kedua pola ini mengikuti hormon yang mengontrol kelangsungan hidup sperma dan konsepsi/pembuahan. Dengan demikian akan memberikan informasi yang bisa diandalkan untuk mendapatkan atau menunda kehamilan.
Description: http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/04/Mucus-Pattern.jpg
Secara ringkas, lendir serviks berfungsi:
  • Memfasilitasi pergerakan sperma dalam vagina, cervix dan uterus menuju tuba falopi.
  • Memberi asupan nutrisi dan melindungi sperma didalam rahim.
  • Membantu menetralkan keasaman di vagina pada masa paling subur wanita.
  • Membantu dalam mencegah infeksi di dalam vagina
  • Memfasilitasi gerakan sperma sehingga pembuahan dapat berlangsung
Perubahan siklis dari lendir serviks yang terjadi kerena perubahan kadar estrogen. Lendir serviks yang diatur oleh hormon estrogen dan progesterone ikut berperan dalam reproduksi. Pada tiap siklus haid di produksi 2 macam lendir serviks oleh sel-sel serviks, yaitu :
1.      Lendir Tipe-E (Estrogenik)
a.       Di produksi pada fase akhir pra-ovulasi dan fase ovulasi.
b.      Sifat-sifat:
-        Banyak, tipis, seperti air (jernih) dan viskositas rendah.
-        Spinnbarkeit (elastisitas) besar. Spinnbarkeit : sampai seberapa jauh lendir dapat diregangkan sebelum putus.
-        Bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis (fernlike patterns, ferning, arborization).
c.       Spermatozoa dapat “menembus” lendir ini.
2.      Lendir Type-G (Gestagenik)
a.       Diproduksi pada fase awal pra-ovulasi dan setelah ovulasi.
b.      Sifat-sifat
-        Kental
-        Viskositas tinggi
-        Keruh (opaque).
c.       Dibuat karena peningkatan kadar progesterone.
d.      Spermatozoa tidak dapat menembus lendir ini. (Depkes, 2004)
Ciri-ciri Lendir Serviks pada berbagai fase dari siklus haid (30 hari)
a)      Fase 1 :
-        Haid
-        Hari 1-5
-        Lendir dapat ada atau tidak, dan “tertutup” oleh darah haid.
-        Perasaan wanita : basah dan licin (lubrikatif).
b)      Fase 2 :
-        Pasca haid
-        Hari 6-10
-        Tidak ada lendir atau hanya sedikit sekali
-        Perasaan wanita : kering.
c)      Fase 3 :
-        Awal pra-ovulasi.
-        Hari 11-13
-        Lendir keruh, kuning atau putih, dan liat.
-        Perasaan wanita : liat dan / atau lembab.
d)     Fase 4 :
-        Segera sebelum, pada saat dan sesudah ovulasi.
-        Hari 14-17.
-        Lendir bersifat jernih, licin, basah, dapat diregangkan.
-        Dengan konsistensi seperti putih telur.
-        Hari terakhir dari fase ini dikenal sebagai “gejala-puncak” (peak symptom).
-        Perasaan wanita : lubrikatif dan atau basah.
e)      Pasca-ovulasi.
-        Hari 18-21.
-        Lendir sedikit, keruh, dan liat.
-        Perasaan wanita : liat / atau lembab.
f)       Fase 6 :
-        Akhir pasca-ovulasi atau segera pra-haid.
-        Hari 27-30.
-        Lendir jernih dan seperti air.
-        Perasaan wanita : liat dan / atau lembab dan/atau basah.
Jumlah dan konsistensi perubahan lendir serviks berubah-ubah selama siklus bulanan wanita
Description: http://ovutestscope.com/wp-content/uploads/2011/12/lendir-servik1.jpgDescription: lendir serviks 2 FertileCMSebagaimana dicatat di atas, salah satu tujuan dari , lendir serviks adalah untuk mempertahankan sperma dalam medium sehat dan memfasilitasi pergerakan sperma. Oleh karena itu, selama ovulasi, terjadi peningkatan dalam , lendir serviks, serta perubahan tekstur , lendir serviks. Selama waktu ini, lendir serviks menjadi lebih lentur, “merenggang”, dan licin (menyerupai putih telur mentah).




Untuk mengamati lendir serviks, cukup gunakan jari yang kering dan bersih untuk memeriksa lendir serviks Anda. Pada masa tak subur, Anda biasanya akan mengamati kekeringan (atau jumlah lendir serviks yang sedikit), tekstur dan warnanya keruh.
Ketika Anda mulai dekat tanggal ovulasi Anda, lendir serviks dihasilkan dalam jumlah yang lebih besar oleh kelenjar di dalam leher rahim karena tingkat yang lebih tinggi estrogen dalam tubuh Anda. Pertama, akan ada kelembaban atau dan lendir terasa lengket, warnanya berubah menjadi putih atau krem.
Selama Ovulasi, jumlah cairan serviks akan meningkat dan penampilannya akan menyerupai “putih telur” mentah dan bersifat lebih basa pada waktu lainnya. Tekstur lendir serviks akan menjadi semakin licin, tipis dan elastis, warnanya semitransparan. Ini adalah waktu Anda yang paling subur bulan untuk hamil.
Setelah Ovulasi (fase luteal), lendir serviks yang licin dan tipis akan berkurang, dan tekstur akan sekali lagi menjadi lengket dan keruh. Kekeringan pasca-ovulasi juga dapat terjadi sebagai tingkat kenaikan progesteron dalam tubuh Anda.
Dalam penelitian, bahan-bahan alami dalam FertileCM berfungsi untuk:
  • Secara alami dan aman membantu produksi lendir serviks (CM)
  • Meningkatkan gairah dan rangsangan seksual.
  • Meningkatkan hydration of the mucin[1. Musin (Mucin) adalah keluarga molekul tinggi, merupakan protein glikosilasi (glycoconjugates) yang dihasilkan oleh jaringan epitel di metazoa. Karakteristik kunci dari musin adalah kemampuannya untuk membentuk gel; karena mereka adalah komponen kunci dalam sekresi gel, berfungsi sebagai pelumas (lubrikasi) ke sel.] (likuiditas CM)
  • Meningkatkan alkalinitas lendir serviks dan penipisan mukosa (selaput lendir)
  • Membantu menciptakan lapisan endometrium (dinding rahim) yang baik untuk keberhasilan implantasi embrio
Bagaimana FertileCM Bekerja
1.  Membantu produksi Cervical Mucus yang berkualitas
Sebuah bahan kunci FertileCM, L-Arginine, telah dibuktikan dalam penelitian ilmiah dapat secara aman meningkatkan lendir CM saat seorang wanita berovulasi. CM merupakan pusat untuk kesuburan karena membantu transportasi, memelihara, dan melindungi sperma dalam perjalanan mereka ke telur. Kehadiran CM yang subur berkualitas juga menandai wanita sedang berada pada waktu ovulasinya, saat ia paling subur dalam sebulan.
Secara ringkas, CM berfungsi:
  • Memfasilitasi pergerakan sperma dalam vagina, cervix dan uterus menuju tuba falopi.
  • Memberi asupan nutrisi dan melindungi sperma didalam rahim.
  • Membantu menetralkan keasaman di vagina pada masa paling subur wanita.
  • Membantu dalam mencegah infeksi di dalam vagina
  • Memfasilitasi gerakan sperma sehingga pembuahan dapat berlangsung
2. Mempromosikan Endometrium Sehat untuk Implantasi (pelekatan embrio di dinding rahim/endometrium)
Saat telur dibuahi, ia akan menempel di dinding rahim (endometrium). FertileCM dapat mendukung kesuburan dengan memfasilitasi sekresi endometrium pada masa implantasi berlangsung (fase luteal siklus wanita). Implantasi (pelekatan embrio di dinding rahim/endometrium) terjadi 7 – 10 hari setelah ovulasi (pembuahan sel sperma pada sel telur) dan menandakan awal kehamilan. Implantasi yang sukses didukung beberapa faktor seperti lapisan endometrium yang sehat. Dengan meningkatkan aliran darah ke rahim, FertileCM meningkatkan sekresi endometrium dan membantu memperkuat dinding rahim untuk implantasi telur yang dibuahi.
3. Menstimulasi Fungsi Seks
Dr Grunebaum menyarankan, “Peluang terjadinya kehamilan dapat ditingkatkan melalui bercinta pada masa subur wanita, terutama bila CM meningkat. Namun disfungsi seksual dapat menunda kehamilan.” Formula FertileCM, L-Arginine telah terbukti meningkatkan aliran darah ke daerah reproduksi, dan meningkatkan libido. Melalui peningkatan gairah seksual dan seringnya frekuensi hubungan seksual masa subur, kemungkinan kehamilan dapat ditingkatkan.
Teknik Metode Lendir Serviks
Abstinens dimulai pada hari pertama diketahui adanya lendir setelah haid dan berlanjut sampai dengan hari ke-empat setelah gejala puncak (peak symptom).

Penyulit-penyulit Metode Lendir Serviks
a.       Keadaan fisiologis : sekresi vagina karena rangsangan seksual.
b.      Keadaan patologis : infeksi vagina, serviks, penyakit-penyakit, pemakaian obat-obat.
c.       Keadaan psikologis : stress (fisik dan emosional).
Efektivitas Metode Lendir Serviks
a.       Angka kegagalan : 0,4-39.7 kehamilan pada 100 wanita pertahun.
b.      Disamping abstinens pada saat yang diperlukan, masih ada 3 sebab lain terjadinya kegagalan / kehamilan :
- Pengeluaran lendir mulainya terlambat.
- Gejala puncak (peak symptom) timbul terlalu awal/dini.
- Lendir tidak dirasakan oleh si wanita atau dinilai/interpretasi salah. (Hartanto, Hanafi,1994).
Yang Dapat Menggunakan Metode Lendir Serviks
A.        Untuk Kontrasepsi
·         Semua perempuan semasa reproduksi, baik siklus haid teratur maupun tidak teratur, tidak haid baik karena menyusui maupun pramenopause.
·         Semua perempuan dengan paritas berapa pun termasuk nulipara.
·         Perempuan kurus atau gemuk.
·         Perempuan yang merokok.
·         Perempaun dengan alasan kesehatan tertentu a.1. hipertensi sedang, varises, dismenorea, sakit kepala sedang atau hebat, mioma uteri, endometritis, kista ovarii, anemia defisiensi besi, hepatitis virus, malaria, trombosis vena dalam, atau emboli paru.
·         Pasangan dengan alasan agama atau filosofi untuk tidak menggunakan metode lain.
·         Perempuan yang tidak dapat menggunakan metode lain.
·         Pasangan yang ingin pantang senggama lebih dari seminggu pada setiap siklus haid.
·         Pasangan yang ingin dan termotivasi untuk mengobservasi, mencatat, dan menilai tanda dan gejala kesuburan.
B.                 Untuk Konsepsi
·         Pasangan yang ingin mencapai kehamilan, senggama dilakukan pada masa subur untuk mencapai kehamilan.
Yang seharusnya tidak menggunakan metode lendir serviks :
1)      Perempuan yang daris egi umur, paritas atau masalah kesehatannya membuat kehamilan menjadi suatu kondisi risiko tinggi.
2)      Perempuan sebelum mendapat haid (menyusui, segera setelah abortus), kecuali MOB.
3)      Perempuan dengan siklus haid yang tidak teratur, kecuali MOB
4)      Perempuan yang pasangannya tidak mau bekerjasama (berpantang) selama waktu tertentu dalam siklus haid.
5)      Perempuan yang tidak suka menyentuh daerah genitalianya.
Aturan senggama adalah sebagai berikut
a.       Tidak dilakukan pada hari yang berurutan selama periode pra-ovulasi pasca haid agar cairan semen tidak mengaburkan perubahan mukus serviks yang diamati.
b.      Pemantangan jika mukus menjadi lengket dan lembab.
c.       Senggama diperbolehkan mulai hari ke 4 setelah hari terakir mukus yang lengket dan basah. (Darney Philip dkk. 2005. Pedoman Klinis Kontasepsi: Jakarta, Indonesia).
Metode mukosa serviks bermanfaat untuk mencegah kehamilan yaitu dengan berpantang senggama pada masa subur. Selain itu, metode ini juga bermanfaat bagi wanita yang menginginkan kehamilan.
Efektifitas
Keberhasilan metode ovulasi billings ini tergantung pada instruksi yang tepat, pemahaman yang benar, keakuratan dalam pengamatan dan pencatatan lendir serviks, serta motivasi dan kerjasama dari pasangan dalam mengaplikasikannya. Angka kegagalan dari metode mukosa serviks sekitar 3-4 perempuan per 100 perempuan per tahun. Teori lain juga mengatakan, apabila petunjuk metode mukosa serviks atau ovulasi billings ini digunakan dengan benar maka keberhasilan dalam mencegah kehamilan 99 persen.
Kelebihan
Metode mukosa serviks ini memiliki kelebihan, antara lain:
1.      Mudah digunakan.
  1. Tidak memerlukan biaya.
  2. Metode mukosa serviks merupakan metode keluarga berencana alami lain yang mengamati tanda-tanda kesuburan.
Keterbatasan
Sebagai metode keluarga berencana alami, metode mukosa serviks ini memiliki keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain:
  1. Tidak efektif bila digunakan sendiri, sebaiknya dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain (misal metode simptothermal).
  2. Tidak cocok untuk wanita yang tidak menyukai menyentuh alat kelaminnya.
  3. Wanita yang memiliki infeksi saluran reproduksi dapat mengaburkan tanda-tanda kesuburan.
  4. Wanita yang menghasilkan sedikit lendir.
Hal yang Mempengaruhi Pola Lendir Serviks
Pola lendir serviks pada wanita dapat dipengaruhi oleh:
  1. Menyusui.
  2. Operasi serviks dengan cryotherapy atau electrocautery.
  3. Penggunaan produk kesehatan wanita yang dimasukkan dalam alat reproduksi.
  4. Perimenopause.
  5. Penggunaan kontrasepsi hormonal termasuk kontrasepsi darurat.
  6. Spermisida.
  7. Infeksi penyakit menular seksual.
  8. Terkena vaginitis.
Instruksi Kepada Pengguna/Klien
Petunjuk bagi pengguna metode ovulasi adalah sebagai berikut:
  1. Cara mengenali masa subur dengan memantau lendir serviks yang keluar dari vagina. Pengamatan dilakukan sepanjang hari dan dicatat pada malam harinya.
  2. Periksa lendir dengan jari tangan atau tisu di luar vagina dan perhatikan perubahan perasaan kering-basah. Tidak dianjurkan untuk periksa ke dalam vagina.
  3. Pengguna metode ovulasi harus mengenali pola kesuburan dan pola dasar ketidaksuburan.
  4. Pasangan dianjurkan tidak melakukan hubungan seksual paling tidak selama satu siklus. Hal ini bertujuan untuk mengetahui jenis lendir normal atau pola kesuburan maupun pola dasar tidak subur.
  5. Selama hari-hari kering (tidak ada lendir) setelah menstruasi, senggama tergolong aman pada dua hari setelah menstruasi.
  6. Lendir basah, jernih, licin dan elastis menunjukkan masa subur (pantang bersenggama). Lendir kental, keruh, kekuningan dan lengket menunjukkan masa tidak subur.
  7. Berikan tanda (x) pada hari terakhir adanya lendir bening, licin dan elastis. Ini merupakan hari puncak dalam periode subur (fase paling subur).
  8. Pantang senggama dilanjutkan hingga tiga hari setelah puncak subur. Hal ini untuk menghindari terjadinya pembuahan.
  9. Periode tak subur dimulai pada hari kering lendir, empat hari setelah puncak hari subur sehingga senggama dapat dilakukan hingga datang haid berikutnya.
Contoh Kode yang Dipakai untuk Mencatat Kesuburan
Pakai tanda * atau merah untuk menandakan perdarahan (haid). Pakai huruf K atau hijau untuk menandakan perasaan kering. Gambar suatu tanda L dalam lingkaran atau biarkan kosong untuk memperlihatkan lendir subur yang basah, jernih, licin dan mulur.
Pakai huruf L atau warna kuning untuk memperlihatkan lendir tak subur yang kental, putih, keruh dan lengket.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Your CommEnT........